livescore
Berita Bola

Usai Takluk Dari Swedia, Andrea Pirlo Sarankan Italia Terapkan Formasi 4-3-3


Mantan gelandang timnas Italia itu ingin tim asuhan Ventura bisa tampil menyerang dan cepat saat menghadapi laga leg kedua di San Siro, Senin (13/11).


OLEH DIMAS PANJI SETYADI  


 

Mantan gelandang timnas Italia Andrea Pirlo menyarankan Giampiero Ventura menerapkan formasi 4-3-3 usai tim Azzurri kalah tipis 1-0 dari Swedia dalam laga leg pertama play-off kualifikasi Piala Dunia 2018, Jumat (10/11).

Gol tunggal Jakob Johansson pada menit ke-61 membuat Swedia unggul jelang leg kedua akan berlangsung di San Siro, Senin (13/11). Sementara Italia kini berada dalam posisi terancam gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1958.

Pelatih timnas Italia Ventura mengubah formasi 4-2-4 yang kerap ia gunakan menjadi 3-5-2, namun itu tidak membuat timnya tampil lebih baik di Solna dan di laga tersebut Marco Verratti mendapatkan akumulasi kartu kuning yang akan membuatnya absen di laga leg kedua.

“Sama seperti anggota skuat lainnya, sayangnya Verrati tidak menjalani laga dengan baik,” kata Pirlo kepada Sky Sport Italia .

“Dia beberapa kali melepaskan operan yang bagus di babak pertama tapi kemudian kehilangan permainannya. Mungkin setelah menerima kartu kuning dia takut melakukan tekel, khawatir mendapatkan kartu merah. Dia jelas tidak bermain seperti yang biasa ia lakukan bersama Paris Saint-Germain.”

Pirlo pun punya saran untuk timnas Italia yang tidak akan diperkuat Veratti pada laga leg kedua mendatang.

“Saya akan tampil lebih menyerang, bermain menggunakan formasi 4-3-3 agar bisa memberikan ruang lebih besar untuk Lorenzo Insigne, sehingga ia bisa lebih banyak beraksi di sepertiga akhir lapangan.”

“Kami banyak kehilangan bola di lini tengah karena bermain menggunakan sistem dua penyerang. Kami terpaksa bermain melebar dengan tujuan membuat mereka kalah jumlah pemain.”

Andrea Pirlo New York City FC

“Akan sulit mencari ruang dan Swedia akan bermain sangat bertahan di leg kedua, Anda hanya bisa memecah kebuntuan dengan cara membuat bola bergerak secepat mungkin.”

“Kami harus mencetak gol apapun risikonya, tapi kualitas sepakbola kami juga jelas harus ditingkatkan. Kami harus berjuang dan akan ada tekanan yang besar, tapi laga leg kedua adalah pertandingan yang jelas berbeda,” ujar gelandang berusia 38 tahun, yang telah memutuskan untuk pensiun sebagai pesepakbola tahun ini tersebut.

 

Most Popular

To Top