livescore
Berita Bola

Timor Leste Tak Ingin Terpeleset


Sementara Brunei wajib memperlihatkan performa maksimal bila ingin tampil di putaran final Piala AFF.

Timor Leste tak ingin terpeleset dalam mewujudkan ambisi tampil di putaran final Piala AFF 2018, dan berusaha mempertahankan keunggulan atas Brunei Darussalam ketika bentrok pada laga leg kedua kualifikasi di Stadion National Hassanal Bolkiah malam ini.

Tim besutan Norio Tsukitate ini telah menjejakkan satu kaki di putaran final setelah menundukkan Brunei 3-1 di leg pertama. Timor Leste hanya membutuhkan hasil imbang pada pertandingan nanti malam.

“Brunei punya keuntungan bermain di kandang. Fans mereka akan menyuntik motivasi pemain, dan ini menjadi laga yang sulit buat kami. Jika Brunei bisa menyamakan kedudukan, kami akan bertambah berat,” ujar Tsukitate dilansir laman federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF).

Di lain kubu, pelatih Bruneo Kwon Oh Son menyatakan, mereka wajib mengeliminisasi kesalahan bila ingin menghidupkan peluang bergabung ke Grup B bersama Thailand, Indonesia, Filipina, dan Singapura di putaran final.

“Sejak kembali ke Brunei, kami telah bekerja keras untuk mengurangi kelemahan di dalam tim, dan juga kesalahan yang dilakukan di pertandingan pertama. Kami akan lebih kuat. Pemain kami harus memberikan performa 100 persen,” tegas Kwon.

 

View this post on Instagram

Negosiasi Kontrak Luis Milla Mandek? Goal Indonesia memahami, rencana perpanjangan kontrak Luis Milla sebagai pelatih timnas Indonesia terancam buyar. Setelah kegagalan Indonesia di babak 16 besar Asian Games dari Uni Emirat Arab dua pekan lalu, PSSI memutuskan untuk memberi tawaran kontrak baru kepada Milla. Pelatih asal Spanyol itu diberi perpanjangan satu tahun dengan target menjuarai Piala AFF serta memenangi medali emas SEA Games 2019. PSSI tinggal menunggu respons dari perwakilan Milla untuk kesepakatan perpanjangan kontrak. Sempat dikabarkan pula, pelatih asal Spanyol itu akan datang ke Indonesia Jumat (7/9) ini untuk membicarakan negosiasi secara langsung. Namun, hingga menjelang Jumat tengah malam tidak ada tanda-tanda kedatangan Milla. Exco PSSI sendiri terbelah dua dalam menilai kinerja Milla selama 18 bulan menangani Merah-Putih. Milla hanya memenangi enam suara anggota Exco yang setuju jabatannya dipertahankan, sedangkan empat di antaranya menolak. Tiga anggota Exco lainnya memilih abstain. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi kabarnya juga memilih untuk mempertahankan Milla. Alasan penolakan perpanjangan kontrak adalah karena Milla dianggap tidak berhasil menepati target yang dicanangkan PSSI, kerap melakukan pemilihan pemain yang sulit dipahami, serta keengganan sang pelatih untuk belajar bahasa Indonesia atau setidaknya mencoba berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Salah satu faktor lain yang menjadi pertimbangan utama adalah besarnya nilai gaji Milla. Dibandingkan dengan nilai kontrak yang didapat Alfred Riedl selaku pelatih timnas sebelumnya, gaji Milla berkali-kali lipat jumlahnya. Sebuah media Vietnam melansir, pelatih 52 tahun itu mengantungi bayaran bulanan US$160 ribu. Dengan kurs saat ini, jumlah itu mencapai kisaran Rp2,3 milyar. Sementara, Riedl menerima gaji pada kisaran angka Rp150-200 juta per bulan. Tidak diketahui apakah ada peningkatan nilai kontrak baru Milla, tetapi PSSI mencoba menaikkan posisi tawar dengan mengajukan sejumlah syarat kepada sang pelatih. Di antaranya, keharusan belajar bahasa serta lebih aktif dalam sejumlah program pengembangan sepakbola dan komunikasi dengan klub.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

Most Popular

To Top