livescore
Berita Bola

Tim Terbaik Serie A Italia 2016/17


Status “LE6GENDA” telah diraih Juventus, namun Atalanta mendapat tempat spesial dalam tim terbaik Serie A 2016/17 pilihan Goal.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Belum ada tanda-tanda kedigdayaan Juventus di Serie A Italia akan memudar. Dominasi Si Nyonya Tua malah semakin tidak terbantahkan di musim 2016/17 dengan mencaplok Scudetto keenamnya secara beruntun. Belum pernah ada tim Italia lain yang mampu meraih prestasi sedemikian rupa.

Meski begitu, ambisi Juventus untuk mempertahankan Scudetto di musim depan dipastikan akan mendapat tantangan lebih berat. Sebab para pesaing mereka mulai menunjukkan geliatnya di musim ini.

SIMAK JUGA: Klasemen Serie A Italia

Simak AS Roma dan Napoli yang mampu menampilkan sepakbola menyerang nan atraktif. Runner-up dan peringkat tiga Serie A itu bahkan memiliki produktivitas gol dan selisih gol lebih baik ketimbang Juventus. Sementara Atalanta dan Lazio muncul sebagai tim kejutan.

Tidak heran jika kelima klub itu berhasil menempatkan sejumlah pemainnya ke dalam Tim Terbaik Serie A 2016/17 versi Goal. Beberapa penampil brilian di musim ini seperti kiper belia AC Milan Gianluigi Donnarumma hingga bomber tajam Torino Andrea Belotti ternyata tidak cukup beruntung untuk masuk dalam daftar ini, tetapi mereka tetap kami apresiasi.  

Lantas, seperti apa tim terbaik pilihan Goal? Simak di bawah ini!

GIANLUIGI BUFFON (Juventus): Gianluigi Donnarumma boleh saja kembali membuktikan diri sebagai “The New Buffon” di musim ini, namun “The Old Buffon” tetap berada di levelnya sendiri. Tidak ada kiper lain di Serie A yang lebih berpengaruh dan lebih hebat ketimbang portiere berusia 39 tahun ini. Ballon d’Or bahkan berpotensi menjadi milik Buffon jika Juventus merengkuh treble di musim ini.

ANDREA CONTI (Atalanta): Adalah mimpi bagi setiap pesepakbola untuk berkarier di klub top. Mimpi itu sepertinya tinggal menunggu waktu bagi Conti untuk menjadi kenyataan. Keberhasilan membantu Atalanta finis empat besar membuat sang bek kanan dikaitkan dengan Barcelona dan Chelsea. Selain itu, catatan delapan gol (plus lima assist) menjadikan Conti sebagai bek tersubur di lima liga top Eropa musim ini.

GIORGIO CHIELLINI (Juventus): Dapat diandalkan dalam formasi tiga bek atau empat bek, Chiellini selalu menjadi kunci ketangguhan lini belakang Juventus dari musim ke musim. “Saya tidak tahu apakah kami memainkan sepakbola indah atau atraktif, tapi yang jelas kami bermain cerdas, fungsional, dan efisien lebih dari siapa pun,” katanya di pertengahan musim ini. Chiellini barangkali baru saja membicarakan dirinya sendiri.

Mattia Caldara Atalanta

MATTIA CALDARA (Atalanta): Juventus lagi-lagi menunjukkan kejeliannya di bursa transfer dengan membeli Caldara senilai €15 juta pada Januari lalu dan membiarkannya bertahan di Atalanta dengan status pinjaman. Kemampuan bertahan Caldara yang berkelas, penguasaan bola yang kalem, dan bahkan insting mencetak gol yang tajam (tujuh gol di musim ini) hanya akan membuat Juve semakin tidak sabar untuk menyambut kedatangannya di musim panas 2018.

ALEX SANDRO (Juventus): Ada tawaran raksasa dari Manchester City untuk Alex Sandro, berkisar €50 juta sampai €70 juta. Tapi yang pasti, Juventus akan bertindak bodoh jika rela melegonya. Bek kiri Brasil ini menjadi salah satu pemain Juve yang paling konsisten di musim ini. Ia bisa tampil sangat agresif saat maju ke depan, namun juga mampu menjadi benteng yang amat sulit ditembus saat harus bertahan.

RADJA NAINGGOLAN (Roma): Hasrat Antonio Conte untuk memboyong gelandang box-to-box Belgia ini ke Chelsea sangat mudah untuk dimaklumi. Nainggolan adalah pemain yang dinamis, tidak takut berduel, pekerja keras, serbabisa, dan ia baru saja menjalani musim terproduktifnya dengan mencetak 11 gol. Peran baru sebagai trequartista di musim ini membuat pemain berdarah Batak ini semakin berbahaya. Beruntung bagi Roma, karena Nainggolan tidak tertarik dengan iming-iming uang di klub lain dan berambisi penuh untuk mengakhiri dominasi Juventus di Serie A.

Lucas Biglia, Lazio, Serie A, 04232017

LUCAS BIGLIA (Lazio): Musim panas lalu, Lazio adalah klub yang berantakan, dengan kisah konyol pengunduran diri pelatih Marcelo Bielsa menjadi yang, well, paling konyol. Beruntung, kedatangan Simone Inzaghi di pinggir lapangan dan kehadiran Biglia di dalam lapangan menjadikan Lazio kembali utuh. Kepemimpinan Biglia di lini tengah tak terbantahkan sehingga membuat sejumlah klub top Inggris disebut-sebut jatuh hati kepada gelandang Argentina ini.

ALEJANDRO GOMEZ (Atalanta): Tidak ada sosok yang lebih menonjol dalam kampanye mengesankan Atalanta di mussim 2016/17 ketimbang pemain berjuluk Papu ini. Lewat kontribusi 16 gol dan 10 assist, Gomez punya kontribusi masif untuk membawa La Dea finis nomor empat — di atas Lazio, Milan, dan Inter — dan lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kali dalam 26 tahun terakhir.

EDIN DZEKO (Roma): Dari bahan tetawaan di musim debutnya di Olimpico, kini Dzeko bertransformasi menjadi mesin gol bagi Tim Serigala. Striker Bosnia-Herzegovina ini baru saja menjalani musim tersuburnya (29 gol) dan resmi meraih status Capocannoniere. Di musim depan, Dzeko tentu berharap jika produktivitas golnya ini akan cukup untuk menggiring Roma meraih Scudetto.

Mertens Insigne Torino Napoli Serie A

DRIES MERTENS (Napoli): Pelatih Napoli Maurizio Sarri sempat kebingungan di awal musim karena kepergian Gonzalo Higuain dan cedera panjang Arkadiusz Milik. Lalu muncul Dries Mertens. Winger mungil Belgia ini ternyata amat moncer ditempatkan sebagai false nine. Sebanyak 28 gol mampu diceploskan Mertens, yang menjadi catatan terbaiknya. Bersama Lorenzo Insigne dan Jose Callejon, Mertens menciptakan tridente mematikan di Italia yang membuat publik San Paolo melupakan Higuain.

LORENZO INSIGNE (Napoli): Napoli menjadi tim tersubur di musim ini, sehingga mustahil untuk melewatkan Insigne dari daftar ini. Insigne sejak lama disebut sebagai pemain Italia paling bertalenta dan di musim ini ia benar-benar menunjukkan potensinya. Lewat kontribusi 16 gol dan delapan assist, Insigne menjalani musim terbaiknya di Serie A. Kontrak baru hingga 2022 menjadi ganjaran setimpal untuknya. Calon aktor utama Italia di Piala Dunia 2018.

Serie A Team of the Season

 

Most Popular

To Top