livescore
Berita Bola

Taktik Serangan Balik Timnas Indonesia U-22 Belum Memuaskan



Indra telah mengantongi tiga nama pemain yang dicoret dari timnas U-22 pasca-laga uji coba kontra Iran.


LIPUTAN   ALDIV ALFASERA     DARI   BALI   


Pelatih timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri kurang puas dengan permainan serangan balik anak asuhnya ketika bermain imbang 1-1 melawan Iran U-22 di Stadion Dipta Gianyar, Rabu (13/11) sore WIB.

Indra mengatakan, dari sisi pertahanan, performa pemain cukup memuaskan. Hanya saja, ada beberapa kesalahan yang dilakukan anak asuhnya ketika menerapkan serangan balik, seperti komunikasi antarpemain.

“Anak-anak bermain cukup baik. Apa yang kami perkirakan, yakni game plan Iran memang sudah diprediksi. Mereka akan memaksa kami untuk bertahan, dan memainkan lebar lapangan, lalu juga pressing ketat,” ujar Indra.

“Tapi begitu menguasai bola, kami bermasalah dalam counter attack. Bisa saja penyebabnya komposisi pemain yang salah. Makanya, kami uji coba. Dibandingkan lawan Tiongkok, Yordania dan Arab Saudi, komposisi tim ini belum lebih baik. Permainan bertahan memang tidak menarik, tapi kami memang ada taktik yang perlu dijalankan.”

Timnas U-23 dijadwalkan kembali melakoni pertandingan uji coba melawan tim yang sama di Stadion Pakansari pada akhir pekan ini. Laga itu bisa menjadi penentuan pemain untuk diberangkatkan ke Filipina.

SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!

Di laga uji coba kemarin sore, Indra membawa 28 pemain, 17 diantaranya diturunkan. Saat ini sudah tiga nama yang masuk kantong Indra untuk dicoret. Selanjutnya, lima pemain akan dicoret selepas uji coba kedua.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Kami akan umumkan tiga pemain yang tereliminasi, sehingga mengerucut menjadi 25 pemain. Lalu setelah tanggal 16 [November], kami akan tuntaskan menjadi 20 pemain yang ke SEA Games,” imbuh Indra.

“Di uji coba kedua nanti kami cari komposisi paling pas. Anak-anak termotivasi untuk menunjukkan diri layak masuk ke tim U-22. Kami masih akan diskusikan soal Beto [Alberto Goncalves], apakah masih bisa ditunggu, atau belum sembuh.” (gk-67)

 

Most Popular

To Top