livescore
Berita Bola

Sabah FC Kembali Kesulitan Datangkan Pemain Indonesia


Keberadaan Kurniawan tak lantas membuat Sabah mudah untuk mendapat bakat Indonesia yang mereka butuhkan.

Satu lagi bakat muda Indonesia yang berpeluang untuk berkarier di negara tetangga, Malaysia. Dia adalah pemain sayap milik Bhayangkara Solo FC, Saddil Ramdani, yang sudah mendapatkan tawaran dari Negeri Jiran.

Bermain di Malaysia bukan pengalaman baru untuk mantan winger Persela Lamongan ini, karena pada 2019 dirinya pernah membela Pahang FA, sebelum akhirnya pulang ke Indonesia dan gabung Bhayangkara.

Pihak Bhayangkara sudah mengonfirmasi adanya tawaran untuk pemain kelahiran 1999 tersebut. Pada prinsipnya klub berjuluk The Guardian tersebut tidak keberatan untuk melepas Saddil dengan status pinjaman.

Klub yang ingin menggaet Saddil sudah santer terdengar akhir-akhir ini, yakni Sabah FC. “Memang benar Saddil diincar Sabah FC, opsinya pinjaman,” ungkap chief operating officer Bhayangkara, Sumardji, kepada media.

Sejatinya kontrak Saddil di Bhayangkara tinggal hitungan pekan, karena rampung pada akhir Februari tahun ini. Namun, Bhayangkara nampaknya masih ingin mempertahankannya, sehingga peminjaman dinilai opsi yang bijak.

Saddil sendiri belum maksimal kiprahnya bersama Bhayangkara, karena kompetisi musim 2020 sudah dihentikan sejak pertengahan Maret tahun lalu dengan baru tiga pekan yang terlaksana, dan akhirnya dihapuskan oleh PSSI.

Sayangnya, jalan Sabah untuk menebus Saddil tidak mudah. Karena ada hal yang harus bisa dipenuhi oleh Sabah kepada Bhayangkara, jika memang ingin segera menghadirkan Saddil untuk kompetisi musim 2021 ini.

Bukan hal yang mengejutkan dengan ketertarikan Sabah kepada Saddil yang memang punya kualitas dan pengalaman di Malaysia bersama Pahang. Sabah sendiri ditukangi oleh Kurniawan Dwi Yulianto, eks timnas Indonesia.

“Manajemen kami sudah kirim surat peminjaman ke klub pemain tersebut karena kontraknya baru habis bulan Februari. Ini sudah dibalas oleh klub tersebut,” ungkap Kurniawan kepada awak media.

“Semua memang kami setujui, hanya ada satu poin yang masih perlu dibahas di manajemen kami, yaitu mengenai nominal loan fee [biaya peminjaman]. Itu yang masih belum bisa kami putuskan,” imbuh dia.

Pada dasarnya, Kurniawan memastikan bahwa pihaknya paham betul dengan keinginan Bhayangkara dan berusaha menghormati hal tersebut. Tapi, masalah keuangan bukan hal yang mudah untuk langsung diputuskan.

Nah, dengan adanya terms & conditions yang diajukan klub lamanya mengenai loan transfer itu, tentu akan dibahas dulu di manajemen. Kalau memang kami sanggup, kami penuhi. Tapi kalau memang tidak sanggup, kami batal dengan pemain tersebut karena kami tidak ingin ada masalah nantinya,” tutupnya.

Sejak musim lalu Kurniawan dipercaya menjadi juru latih Sabah dan musim ini peruntungannya berlanjut bersama klub yang pernah dibela gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, karena pergantian pengurus klub.

Sebelumnya, Sabah dikonfirmasi oleh Kurniawan sangat ingin mendaratkan Febri Hariyadi dari Persib dengan status pinjaman. Namun ada beberapa hal yang membuat Sabah akhirnya batal melakukan hal tersebut.

Pihak Persib ingin Sabah melepas kembali Febri jika meman sudah ada kejelasan soal Liga 1 2021. Hal tersebut dikhawatirkan Kurniawan malah membuat tim berantakan di tengah jalan, makanya pilihan beralih kepada Saddil.

Kurniawan Dwi Yulianto - Sabah FA

Most Popular

To Top