livescore
Berita Bola

Romelu Lukaku: Mencetak Gol Adalah Candu Saya



Lukaku juga mengungkapkan peningkatan performanya tak lepas dari hubungan baik dengan Lautaro serta menjadikan Ronaldo sebagai panutan.

Romelu Lukaku menerangkan bagaimana mencetak gol ibarat “candu” baginya, sembari mengungkap situasi dirinya yang berkembang pesar berkat kemitraan solid bersama dengan Lautaro Martinez.

Striker internasional Belgia itu meninggalkan Manchester United untuk bergabung dengan pasukan Antonio Conte pada musim panas lalu, dan telah menjadi salah satu pemain Nerazzurri yang paling mengesankan saat klub menjadi penantang Scudetto Serie A musim 2019/20.

Hanya saja, kampanye impresif Inter sejauh ini harus terhenti karena munculnya pandemi virus corona, dengan Italia menjadi negara terparah yang terkena dampak wabah COVID-19, terdapat lebih dari 83.000 kasus dan 13.000 angka kematian per 2 April.

Lukaku merefleksikan situasi saat ini dan bagaimana keluarganya tetap aman, mengatakannya kepada Thierry Henry dalam sesi panggilan video bagi PUMA: “Kami baik-baik saja. Bekerja keras. Saya berlarian mengejar anak saya.”

“Cukup sulit, saya merindukan persaingan, sesi latihan, bermain di depan fans, itu menjadi hal yang paling sulit. Bersaing kompetitif dengan tim-tim lain.”

Soal usaha meningkatkan permainannya di Inter, pemain 26 itu menambahkan: “Sekarang ini saatnya bagi saya untuk menganalisis permainan saya dan melihat apa yang telah saya lakukan dalam enam bulan terakhir, agar berkembang dan menambahkan aspek lain ke dalam permainan saya.”

“Itu rencananya. Saya ingin menjadi segalanya. Saya katakan pada Anda [Henry] bahwa empat tahun lalu, itu adalah salah satu percakapan awal di tim nasional. Saya mengatakan bahwa saya ingin menjadi pemain yang punya dua digit gol dan assist, jadi langkah demi langkah itu terjadi.”

“Dua puluh lima [gol], 10 [assist] akan menyenangkan. 20 [gol], 20 [assist] tidak mudah… Saya membutuhkan Lautaro atau Alexis Sanchez untuk memberi bantuan besar bagi saya. Tapi mereka sudah bekerja baik dengan saya, kami kompak satu sama lain. Tidak masalah siapa yang bermain bersama saya di sepan.”

“Ketika Anda dewasa, ini bukan hanya tentang diri Anda sendiri. Jelas, mencetak gol adalah hal tentang saya, candu saya, itu yang saya jalani, namun semakin tua membuat Anda harus menggunakan kecerdasan Anda juga karena saya selalu mengatakan bahwa saya adalah seseorang yang terus belajar. Jika saya ingin membantu tim, saya juga harus bisa memberikan assist karena mencetak gol bukan hanya saya, pemain yang mendampingi Anda pun juga. Semuanya harus merasa jadi bagian penting. Jika saya tidak bisa menembak sendiri, saya akan selalu berusaha mengirimkan umpan terakhir.”

“Ketika kami melakukan analisis pertandingan, ketika kami menembak dari posisi di mana kami tidak harus menembak, ia [Conte] menghentikan klip video dan kemudian berkata ‘lihat, pemain besar memberikan umpan’.”

Tentang hubungannya dengan Lautaro yang membuat mereka mampu mengoleksi total 28 gol sepanjang 2019/20, Lukaku mengatakan: “Semuanya dimulai pada hari pertama saat saya tiba di Inter.”

“Kemampuan saya berbahasa Spanyol membantu karena saay bertatapan langsung kami tahu arah kiri, kanan. Saya bertanya kepadanya ‘apa yang Anda sukai dari pasangan bermain?’ Saya katakan kepadanya ‘ketika saya mendapatkan bola, saya suka pasangan saya bergerak cepat di sekitar saya dan menjadi dinamis karena itulah cara bermain yang diinginkan pelatih’.”

“Itu membantu saya karena dalam beberapa pemrainan saya harus bermain seperti target man dan kemudian ia akan membantu saya lebih banyak dengan gerakan-gerakan dan beberapa permainan kami berdua harus dinamis dan sering berlari ke ruang-ruang kosong. Cara kami bekerja dalam latihan adalah bahwa kami setiap hari melakukan analisis video tentang kami bermain sehingga jarang kami melakukan kesalahan yang sama pada hari berikutnya.”

“Ia [Conte] akan menunjukkannya dalam video sebelum latihan sehingga ia berharap dalam sesi terbaru kami tidak melakukan kesalahan yang sama. Jika Anda memiliki manajer yang selalu menyukai Anda seperti itu setiap harinya, itu bagus. Saya berusia 26 tahun, saya selalu berpikir tentang meningkatkan diri dan menjadi lebih baik, jadi saya tidak keberatan.”

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Lukaku juga mengakui bahwa dirinya mengikuti perkembangan Inter ketika masih kecil dan mengatakan striker saat itu, Ronaldo dan Adriano adalah dua pemain favorit yang jadi panutannya. Ia menambahkan: “Inter di saya di Italia ketika masih kecil [karena] R9, Adriano.”

“Jadi, bagi saya seperti mimpi [bergabung dengan Inter]. R9 dulu bermain di sana ketika saya berusia enam atau tujuh tahun. 1998 adalah kenangan pertama saya tentang sepakbola. Final Piala UEFA yang mereka mainkan, Piala Dunia, kemudian R9 mengalami cedera, ia melewatkan dua tahun sebelum kembali pada 2002, tapi ia pindah ke [Real] Madrid.”

“Dan waktu itu Anda [Henry], [Didier] Drogba, Adriano. Apa yang dilakukan Ronaldo waktu itu… wow.”

Most Popular

To Top