livescore
Berita Bola

Rohit Chand Bandingkan Pemain Muda Indonesia Dengan Nepal


Penggawa Persija ini menyatakan, dedikasi pemain Indonesia membuat dirinya terpacu untuk menjadi lebih baik.

Gelandang Persija Jakarta Rohit Chand menyayangkan sikap sejumlah pemain muda Nepal yang langsung merasa puas setelah masuk ke tim nasional. Hal ini tidak terlihat pada diri pemain Indonesia.

Menjelang bergulirnya Asian Games 2018, lima pemain muda Nepal meninggalkan pemusatan latihan (TC) untuk mencari hiburan. Mereka mengaku bosan berada di lokasi TC, sehingga pergi secara diam-diam, dan pulang pada dinihari.

Menurut Rohit, minimnya perhatian dalam menjaga asupan maupun istirahat bisa membuat karir pemain muda tidak panjang. Ia lalu membandingkan sikap lima penggawa muda itu dengan pemain Indonesia.

“Faktor-faktor seperti itu sangat penting untuk seorang pemain agar menjadi lebih baik. Di Indonesia, pemain berdedikasi untuk menjaga komitmen. Itu yang membuat saya termotivasi. Itu memaksa saya harus bekerja keras,” tutur Rohit diwartakan laman Online Khabar.

“Jika saya terlena hanya karena sudah masuk tim nasional, saya tidak mungkin mendapatkan apa yang saya peroleh saat ini.Saya selalu berusaha mendapatkan lebih dalam karir saya.

“Itu yang membuat saya meninggalkan Nepal, dan bermain di Indonesia, Malaysia, serta India. Saya ingin menguji diri sendiri, dan itu menjadi kunci penting dalam membangun karakter pemain.”

 

 

 

Johar Lin Eng Jadi Tersangka Kasus Match-Fixing Anggota Komite Eksekuti (Exco) PSSI Johar Lin Eng dipastikan menjadi tersangka kasus match-fixing sepakbola tanah air. Kepastian tersebut disampaikan langsung Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Kamis (27/12). Argo menjelaskan keputusan yang diambil tersebut setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang sudah dipanggil. Ia pun menyebut mulai besok (28/12), Johar ditahan. Sebelumnya, Johar digelandang Satgas Anti Mafia Bola ketika tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dari Solo. Ia bawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan perihal kasus match-fixing yang dilakukannya. Bahkan, Argo menjelaskan Johar juga telah memalsukan identitas namanya di boarding pass pesawat Cilitink yang dinaikinya. Ketua Asprov Jawa Tengah tersebut menggunakan nama Jasmani. “Kami sudah memeriksa beberapa saksi ada sekitar 11 orang, kemudian pada tanggal 24 Desember 2018 dari keterangan saksi penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan naik sidik. Setelah itu tim bergerak ke daerah Semarang dan kami menangkap pelaku berinisial P dan inisial A di Pati,” kata Argo. “Seiring penangkapan kedua tersangka itu, penyidikan berkembang. Kami kemudian menemukan J dan melakukan penangkapan hari ini besok baru dilakukan penahanan. Statusnya sudah tersangka,” tambahnya. Lebih lanjut, Argo menyatakan Johar terancam hukuman lima tahun atas kasusnya tersebut. Ia dikenakan pasal Penipuan dan Atau Penggelapan dan atau Tindak Pidana Suap dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU RI No.11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau pasal 3, 4, 5, UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. “Bisa dikenakan pasal penipuan, penggelapan, dan suap. Ancamannya bisa di atas lima tahun,” ucap pria yang juga menjabat jadi ketua tim media Satgas Anti Mafia Bola tersebut. #Liga1 #PSSI

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

Most Popular

To Top