livescore
Berita Bola

Rekam Jejak Luis Milla Bersama Timnas Indonesia


Goal Indonesia merangkum kilas balik kiprah Milla bersama timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir. Simak di sini!

PSSI telah memutuskan untuk tetap memperpanjang kontrak pelatih Luis Milla Aspas yang dihasilkan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) yang digelar di Jakarta, Selasa (28/8) lalu. Dalam rapat itu, diputuskan pelatih asal Spanyol tersebut diperpanjang dalam durasi satu tahun.

Dalam periode barunya ini, mantan pemain Real Madrid dan Barcelona tersebut diberi target bisa membawa timnas Indonesia juara di Piala AFF 2018 dan SEA Games 2019. Namun hingga saat ini, PSSI masih belum bisa memastikan apakah Milla mau menerima tawaran kontrak baru tersebut atau tidak.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai misi Milla ke depan, Goal Indonesia mencoba merangkum rekam jejak pelatih berusia 52 tahun tersebut bersama timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Seperti diketahui, mantan pelatih timnas Spanyol U-21 ini mulai dikontrak PSSI sejak 21 Januari 2017. Ketika itu, Milla ditargetkan untuk membawa timnas Indonesia U-23 lolos ke Piala Asia U-23 2018 dan juara di SEA Games 2017. Selain itu, Milla juga dipatok target bisa membawa skuat Garuda Muda menembus babak semi-final Asian Games 2018.

Pada kenyataannya, semua target itu meleset atau gagal dipenuhi oleh eks pelatih Real Zaragoza tersebut. Rinciannya, gagal di fase grup kualifikasi Piala Asia U-23 2018, hanya mendapatkan medali perunggu di SEA Games 2017, dan terhenti di babak 16 besar Asian Games 2018.

Dalam perjalanannya selama dua tahun, Milla juga sudah menukangi skuat Garuda baik level senior maupun U-23 dalam 34 pertandingan. Pada laga internasional perdananya, bahkan dia harus menerima kenyataan pahit kalah dari Myanmar dengan skor 3-1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 21 Maret 2017.

Total, dari 34 laga yang telah dijalani, Indonesia di bawah Milla meraih 14 kemenangan, sembilan kali imbang, dan menderita 11 kekalahan. Termasuk saat Indonesia menjadi runner-up Aceh World Solidarity Tsunami Cup 2017, dan menempati peringkat ketiga dari empat peserta yang mengikuti PSSI Anniversary Cup 2018. 

Hal menarik lainnya, untuk pemain senior yang tersubur di bawah kepelatihannya adalah pemain naturalisasi. Mereka adalah Stefano Lilipaly dan Alberto Goncalves yang sama-sama mengemas empat gol, serta Ilija Spasojevic yang mampu menceploskan tiga gol. Sedangkan pemain U-23 tersubur adalah Septian David Maulana yang total mampu mencetak sembilan gol.

Diharapkan, pada periode barunya ini Milla bisa mencapai target yang diberikan. Meski itu bukan perkara mudah, di tengah kelebihan dan kekurangan sepakbola Indonesia.

 

 
 

 

 

 

 

 

Most Popular

To Top