livescore
Berita Bola

PT LIB Coba Tiru Eropa Soal Kasus Covid-19 Di Kompetisi


LIB berharap kompetisi berjalan dengan lancar tanpa ada kasus Covid-19 yang muncul.

Liga 1 2020 akan kembali dilanjutkan 1 Oktober mendatang, dengan terpusat di Pulau Jawa. Segala hal terkait pelaksanaan kompetisi kasta teratas Indonesia ini tengah dimatangkan PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator.

Bagaimana pun, kesehatan menjadi hal utama pada lanjutan Liga 1 di tengah pandemi virus corona ini. LIB pun memberi label kompetisi ‘Luar Biasa’ pada lanjutan Liga 1 ini, karena digelar di tengah situasi darurat macam sekarang.

Protokol kesehatan ketat akan diterapkan pada setiap pertandingan, dan LIB berharap tidak ada kasus corona yang muncul dari kompetisi ini. Mereka pun berkaca dari bagaimana Liga Eropa dijalankan selama pandemi ini.

Protokol kesehatan akan kami berlakukan sangat ketat, yang jelas pada saat smua pemain bola yang main akan kami lakukan, bisa jadi dari homebase seblm berangkat ada gejala flu saja tidak boleh ikut apalagi cocid, medical workshop senin bsok kami akan lakukan diskusi banyak akan ada SOP yang akan dilakukan

“Kami akan hindari sedini risiko yang mungkin terjadi. Dari mulai tim masih berada di homebase, merekas udah ada laporan, pemeriksaan tubuh dan segalanya, dan yang paling penting saat pertandingan,” tutur Akhmad Hadian Lukita, direktur utama LIB.

“Saat pertandingan kami anggap sehat secara fisik, kami mau menghindari segala kemungkinan yang berisiko. Pemain satu flu saja, tidak bisa ikut, apalagi jika seumpama Covid-19,” sambung Hadian.

“Mudah-mudahan tidak ada [kasus Covid-19 muncul], jangan sampai terjadi. Di sepakbola Eropa jika ada yang terkena [Covid-19], maka kompetisi jalan terus. Nanti kami akan diskusikan penangannya,” imbuh dia.

LIB pun akan menggelar Lokakarya Medis atau Medical Workshop pada 14 September, di Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, segala hal terkait protokol kesehatan akan dibahas secara mendalam, termasuk memberi arahan kepada tim.

Sementara itu, Yunus Nusi selaku plt. sekjen PSSI membeberkan bahwa protokol kesehatan yang disusun sudah mengadopsi segala panduan yang dikeluarkan oleh lembaga yang terpercaya. Diharapkan, liga bisa berjalan baik.

“PSSI dan LIB sudah punya tim Gugus Tugas, bagi kami protokol hampir sempurna karena mengadopsi dari WHO, BNPB, Liga Jerman, Kementerian Kesehatan, FIFA, AFC, kamu akomoodir kami jadikan satu-dua buku. Protokolernya sudah jelas. Begitu banyak opsi yang telah ada,” beber Yunus.

Yunus Nusi - PSSI

Most Popular

To Top