livescore
Berita Bola

PROFIL – Azra Zifa Kayla: Pemain Terbaik Piala Pertiwi 2019 Yang Berhasrat Menembus Eropa


Azra pun berharap PSSI tidak menganaktirikan sepakbola wanita.


PENYUSUN  M. RHEZA PRADITA


Setelah sempat tertunda, akhirnya PSSI menggelar Piala Pertiwi pada 24 April-3 Mei 2019 di National Youth Training Centre, Sawangan. Dalam turnamen tersebut Sumatera Selatan muncul sebagai juara, Bangka Belitung di posisi kedua, dan Daerah Istimewa Yogyakarta di peringkat ketiga.

Piala Pertiwi berhasil menjadi ajang unjuk gigi bagi para talenta muda sepakbola wanita Indonesia. Salah satunya adalah Azra Zifa Kayla, yang berhasil menyabet penghargaan pemain terbaik. Meski ketika membela timnas wanita u-16 bermain sebagai gelandang, pada turnamen kali ini Azra bermain sebagai bek kanan bagi DKI Jakarta.

Menurut gadis berusia 15 tahun ini, torehan tersebut merupakan buah jerih payahnya dalam berlatih selama ini.

“Ini merupakan hasil rajin latihan. Di saat pertandingan saya juga melakukan yang terbaik dan total untuk tim. Tidak lupa selalu berdoa agar diberikan yang terbaik,” ujarnya, kepada Goal Indonesia.

Sepakbola memang bukanlah hal baru baginya. Azra pernah berlatih di Persigawa, Blue Eagle Jakarta, BMIFA Tangerang, dan saat ini tengah melakukan pemusatan latihan bersama DKI Jakarta untuk mengikuti PON XX 2020 di Jayapura.

Azra bahkan bukan hanya bermain dengan para pemain wanita, dia mengaku sejak awal juga sudah berlatih dan bertanding dengan para pemain laki-laki.

“Saya mulai latihan dan suka sepakbola sejak umur 8 tahun, dan sejak awal berlatih saya bergabung dengan klub sepakbola laki-laki,” lanjut pemain kelahiran Jakarta tersebut.

“Sebab sejak awal saya berlatih karena kemauan sendiri dan ketertarikan dengan sepakbola. Bermain dengan laki-laki menambah kecepatan saya ketika bermain, serta menambah pengalaman dan jam terbang.”

“Saya juga tidak mau kalah sama laki-laki. Menurut saya kalau laki-laki saja bisa kenapa wanita tidak?” jelasnya.

Pemain yang mengidolakan Joshua Kimmich dan Alex Morgan tersebut juga sudah mendapat dukungan untuk bermain sepakbola. Sayangnya dia masih sering kesulitan untuk berlatih, karena jadwal latihan dan sekolah yang berbenturan.

“Yang paling berpengaruh dalam karier sepakbola saya adalah kedua orang tua, kakak, dan para pelatih yang sudah memberi kepercayaan dan dukungan untuk saya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Azra berharap kepada PSSI agar tidak melupakan pengembangan sepakbola wanita di Indonesia. Selain itu dia juga berharap bisa berkarier di luar negeri. 

“Saya ingin PSSI tidak menganaktirikan tim sepakbola wanita. Semoga ada penyamarataan sepakbola wanita dengan sepakbola laki-laki,” tegasnya.

“Untuk harapan pribadi saya ingin lebih sukses ketika dipanggil timnas, bisa ikut liga, dan bisa dapat beasiswa penuh untuk sekolah sekaligus bermain sepakbola di luar negeri. Saya juga ingin bermain di Liga Sepakbola Wanita Eropa,” harapnya.