livescore
Berita Bola

PREVIEW Serie A Italia: Palermo – AS Roma


Laga tandang kontra Palermo menjadi kesempatan bagi Roma untuk bangkit setelah menelan tiga kekalahan beruntun.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Ambisi besar AS Roma untuk meraih gelar di musim ini berpotensi kolaps seperti musim-musim sebelumnya jika mereka tidak segera bangkit menyusul tiga kekalahan berturut-turut di tiga kompetisi berbeda.

Roma sudah hampir satu dekade tanpa gelar, dengan Coppa Italia 2008 menjadi titel terakhir mereka. Progres positif sejak dibesut Luciano Spalletti tentu menjadi pertanda positif. Akan tetapi, “hat-trick” kekalahan kontra Lazio (2-0, Coppa Italia), Napoli (2-1, Serie A), dan Olympique Lyon (4-2, Liga Europa) membuat motivasi Roma kembali dipertanyakan.

Laga lanjutan Serie A Italia kontra tim papan bawah Palermo di Renzo Barbera, Senin (13/3) dini hari WIB, menjadi kesempatan bagus bagi Giallorossi untuk kembali ke jalur kemenangan sekalgius memulihkan harga diri mereka yang tercabik-cabik belakangan ini.

SIMAK JUGA: Nihil Gelar, Spalletti Siap Angkat Kaki

Roma saat ini memang masih duduk di urutan kedua klasemen, namun ambisi Scudetto perlahan sirna mengingat Juventus terus berkuasa di puncak. Juventus bahkan baru saja memperlebar jarak menjadi 11 poin setelah memetik kemenangan kontroversial 2-1 atas AC Milan, Jumat (10/3).

Meski demikian, Spalletti menolak menyerah kendati keadaan tengah tidak berpihak kepada dirinya. “Saya pikir situasinya masih sama. Saya memiliki tim kuat yang bisa mengatasi situasi sulit ini,” ungkapnya dalam jumpa pers.

“Satu ban kami terjebak dalam lumpur dan sayalah yang bertanggung jawab karena saya berada di kursi kemudi. Yang terpenting sekarang adalah mendapat kembali tenaga agar mobil ini bisa kembali ke jalan dan melanjutkan perjalanan,” terangnya.

Spalletti wajib kembalikan Roma ke jalan yang benar.

Ya, sebagaimana dikatakan Spalletti, tidak ada jalan lain untuk bangkit dari keterpurukan ini selain membawa pulang tiga poin dari markas Palermo. Peluang menang semakin terbuka lebar melihat situasi terkini Palermo.

Rosanero seperti kesulitan untuk keluar zona merah di mana saat ini mereka menduduki posisi ketiga dari bawah, terpaut tujuh poin dari wilayah aman. Rekor mereka di Renzo Barbera juga sangat buruk, dengan selalu takluk beruntun di delapan partai kandang pembuka Serie A musim ini, sebelum akhirnya memetik kemenangan atas Crotone pada giornata 25.

Tim asuhan Diego Lopez itu juga terlalu bergantung pada Ilija Nestorovski. Penyerang asal Makedeonia itu terlibat 56 persen dari total gol Palermo di musim ini lewat kontribusi sepuluh gol dan tiga assist. Nestorovski tentu diharapkan bisa menjebol gawang Roma, namun Palermo tidak akan bisa menurunkan dua pemain pilar, Andrea Rispoli dan Norbert Balogh, yang terkena suspensi.

Sedangkan Roma tidak akan diperkuat Diego Perotti dan Kostas Manolas, masing-masing karena cedera otot dan akumulasi kartu. Alessandro Florenzi, yang pada Sabtu (11/3) kemarin berulang tahun ke-26, masih absen hingga akhir musim. Selain itu, Spalletti juga mengonfirmasi akan mengistirahatkan Edin Dzeko.

 

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:

Palermo (4-2-3-1): Posavec; Morganella, Goldaniga, Andelkovic, Aleesami; Gazzi, Chochev; Sallai, Henrique, Trajkovski; Nestorovski

AS Roma (3-4-1-2): Szczesny; Rudiger, Fazio, Juan Jesus; Peres, Paredes, Strootman, Emerson; Nainggolan; Salah, El Shaarawy

 

TAHUKAH ANDA?

  • Roma memenangi tiga partai Serie A terakhir melawan Palermo dan selalu mencetak minimal empat gol.
  • Total tercipta 28 gol dalam tujuh pertemuan terakhir antara Palermo dan Roma.
  • Palermo hanya mengoleksi lima poin dari lima laga kandang Serie A terakhir. Sebelumnya, mereka selalu kalah dalam delapan laga terakhir di Renzo Barbera
  • Palermo hanya dapat memetik satu poin dalam enam laga terakhir melawan tim yang duduk di posisi empat besar.
  • Palermo menjadi tim yang paling sering menjatuhkan poin di musim ini setelah mencetak gol lebih dulu (25 poin).

 

PREDIKSI GOAL INDONESIA: Palermo 0-2 AS Roma

 

Most Popular

To Top