livescore
Berita Bola

Persib Bandung Kecewa Diabaikan PT Liga Indonesia Baru


Robert Alberts menyebutkan, rentang waktu antarlaga memberikan pengaruh terhadap pengeluaran klub.

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts kecewa operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak memberikan respons terhadap keinginan Pangeran Biru agar duel melawan Barito Putera dimajukan.

Persib terlebih dulu menghadapi tuan rumah Madura United pada 4 Oktober di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, dan enam hari kemudian bertandang ke Yogyakarta untuk menghadapi Barito Putera.

Robert Alberts mengungkapkan, keinginan memajukan pertandingan disebabkan rentang waktu antara kedua laga itu sangat berjauhan, sehingga memberikan pengaruh terhadap biaya klub. Pasalnya, mereka tidak bisa pulang ke Bandung, mengingat perjalanan menggunakan bus.

Selain itu, Robert Alberts juga harus mengubah persiapan tim, mengingat Madura United memutuskan kembali bermarkas di Pamekasan setelah tidak mendapatkan izin penggunaan Stadion Gelora Delta dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Dari sisi perjalanan, lanjut Robert Alberts, hal itu sangat menguras tenaga pemain.

“Kami [sudah] meminta apakah bisa memainkan laga tandang kedua dua hari lebih cepat. Jadi setelah laga pertama hanya empat hari waktu untuk berlaga memainkan laga tandang kedua. Jadi, kami bisa langsung melakukan perjalanan ke Yogyakarta,” ujar Robert Alberts.

“Harus dipikirkan kami memainkan dua laga tandang menghabiskan waktu delapan hari di luar Bandung, karena ada waktu enam hari, dan bagi klub, itu adalah perjalanan yang sangat mahal.”

“Kami tidak bisa pulang dulu ke Bandung, karena membutuhkan waktu 15 jam memakai bus, dan berkendara lagi 10 jam ke Yogyakarta. Tapi semua diabaikan. Saya sangat kecewa, karena tidak ada surat balasan untuk Persib atas permintaan ingin memperbaiki jadwal.”

Di lain sisi, Robert Alberts juga berharap Persib mempunyai lapangan untuk latihan guna menjaga kualitas rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Juru taktik asal Belanda ini tidak ingin lapangan Stadion GBLA cepat rusak akibat dipakai latihan dan bertanding.

“Tentunya akan lebih bagus jika kami mempunyai lapangan latihan sendiri. Satu posisi berlatih di satu lapangan, dan posisi lain berlatih di lapangan lainnya. Itu yang harusnya dilakukan di sepakbola profesional,” ucap Robert Alberts.

“Jika hanya mempunyai satu lapangan untuk berlatih, maka harus menyebar untuk menjaga kondisi lapangan, karena akan digunakan di liga. Kami butuh lapangan dengan standar seperti ini.”

SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1!

Most Popular

To Top