livescore
Berita Bola

Pemilik Suara Ingin KLB PSSI Digelar Setelah Pemilu


Para pemilik suara ingin KLB digelar setelah pemilu agar tidak terkontaminasi dengan kepentingan politik.

PSSI telah memutuskan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), melalui rapat Komite Eksekutif (Exco), Selasa (20/2) lalu. Dalam rapat itu diputuskan akan terlebih dulu digelar KLB guna memilih perangkat Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.

Selanjutnya, akan digelar pemilihan pengurus baru PSSI, yang bisa jadi akan berujung pada pemilihan ketua umum dan exco PSSI yang baru. Terkait waktu KLB, para pemilik suara menyampaikan aspirasi mereka terkait situasi yang saat ini terjadi.

Madura United, misalnya. Melalui presiden klub, Achsanul Qosasi, mereka ingin KLB PSSI digelar setelah pemilihan umum (pemilu) Presiden dan Wakil Presiden, serta Legislatif, 17 April mendatang. Achsanul menilai, itu supaya agenda KLB PSSI tidak terkontaminasi dengan kepentingan politik.

“Teman-teman di PSSI pasti bisa melewati masa sulit ini dengan baik, dan saya mendukung semua keputusan nanti,” ucap Achsanul.

Hal senada juga dituturkan CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin. “Kami dorong KLB tapi tidak untuk sekarang ini. Karena kita ini masih berada di tahun politik. Jangan sampai, macam-macam kepentingan masuk di KLB,” tuturnya.

Sementara itu, sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Selatan, Augie Bunyamin, mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan yang ada. Mereka juga masih melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, dari hasil pengusutan kasus pengaturan skor oleh Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri.

Saat ini beberapa pengurus PSSI memang ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola. Di antaranya anggota non aktif Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto, kemudian ada anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng, hingga teranyar pelaksana tugas ketua umum PSSI, Joko Driyono.

“Kami sedang menunggu keputusan dari Satgas,” ujar Augie.