livescore
Berita Bola

NxGn Indonesia, David Maulana: Figur Panglima Lapangan Tengah


Usianya masih sangat belia, namun David telah mempunyai visi bermain dan jiwa kepimpinan yang bagus di atas lapangan.

Usianya masih sangat belia, namun ia telah mempunyai visi bermain dan jiwa kepimpinan yang cukup bagus di atas lapangan. Karakter kuat ditunjang dengan kemampuan individu yang memukau, jadi kelebihannya.

David Maulana, merupakan sosok yang dimaksud tersebut. Remaja kelahiran Sei Rotan, Deli Serdang itu menarik perhatian publik dan calon bintang timnas Indonesia di masa depan.

Kehebatan David, sudah terlihat sejak menimba ilmu di kampung halamannya bersama Sekolah Sepakbola (SSB) Putra Tembung Prima (PTP) Wilayah I. Saat rekan seumurannya malas-malasan berlatih, ia malah sebaliknya.

Tak pernah David berleha-leha untuk mewujudkan impiannya menjadi pesepakbola profesional. Ia merasa tidak pernah puas karena terus mengasah kemampuan yang dimilikinya.

Namun perjalanan kariernya tidak berjalan mulus. David pernah gagal lolos masuk tim Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara, hanya karena tinggi badan, pada 2016 lalu. 

Kegagalan tersebut memicu David untuk membuktikan diri. Ia kembali mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi bersama PSMS Medan U-15, dan hasilnya terpilih masuk tim.

Setelahnya, David ambil bagian saat timnas Indonesia U-16 menggelar seleksi di Sumatera Utara. Fakhri Husaini, yang menjabat sebagai pelatih terpukau dengan bakatnya sehingga memanggilnya.

Nama David pun mulai menjadi buah bibir ketika timnas Indonesia U-16 meraih gelar juara turnamen Jenesys, 2018 di Jepang. Ia dipercaya menjadi kapten tim dan terpilih sebagai pemain terbaik dalam ajang tersebut.

“Penghargaan ini saya tujukan untuk orang tua saya dan semua keluarga saya. Tak lupa juga saya berterima kasih kepada teman-teman, dan jajaran pelatih yang memberikan latihan dan selalu percaya kepada saya,” ungkap David dengan wajah semringah.

Beberapa bulan usai perhelatan tersebut David, kembali mempersembahkan gelar untuk timnas Indonesia U-16. Kali ini ia membantu Garuda Asia, untuk menjadi juara Piala AFF, di Sidoarjo.

Dua gelar yang dipersembahkan tersebut membuktikan kualitas David tak perlu diragukan lagi. Tidak mengherankan rasanya kalau dia masuk daftar NxGn Indonesia

Peran David di lini tengah timnas Indonesia U-16 dan memimpin rekannya ketika bertanding seolah tak tergantikan. Gayanya lugas tanpa mengenal kompromi jadi karakternya. 

“Kalau untuk pemain lokal, saya suka dengan Hariono. Sedangkan di internasional, saya suka permainan Luka Modric. Keduanya adalah pemain yang bagus dan sama posisinya dengan saya,” ucap David.

David Maulana - Indonesia U-16

Akhir Desember 2018, David memutuskan menerima pinangan yang diberikan Barito Putera. Ia diberikan kontrak selama tiga tahun seperti rekan setimnya di timnas Indonesia U-16, si kembar Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa, yang telah lebih dulu gabung di sana.

Meski berstatus pemain Barito Putera, David mendapat kesempatan berlatih di Inggris. Ia berangkat ke sana melalui program Garuda Select, hasil kerja sama PSSI dengan sponsor.

Sama sepeti di timnas Indonesia U-16, David ditunjuk sebagai kapten Garuda Select. Bahkan, ia mendapatkan hadiah ban kapten dari legenda Chelsea Dennis Wise, yang merupakan direktur teknik tim tersebut.

“Ini adalah kebanggaan besar bagi saya bisa mendapatkan ban kapten milik Dennis. Saya harus bisa menjaga tim untuk terus harmonis di dalam ataupun luar lapangan. Selalu mengingatkan ke teman-teman untuk jaga kekompakan,” ucapnya.

Sekembalinya dari Inggris, terlihat jelas perubahan David, serta para pemain lainnya yang ikut dalam program Garuda Select. Kemampuan mereka jadi semakin baik saat memperkuat timnas Indonesia U-19 untuk Piala AFF U-19, di Vietnam.

Sayang dalam perhelatan tersebut timnas Indonesai U-19 gagal meraih gelar juara. Skuad Garuda Asia, hanya mampu menempati peringkat ketiga usai mengalahkan Myanmar lima gol tanpa balas. 

Belajar dari kegagalan di Piala AFF, timnas Indonesia U-19, tampil trengginas pada kualifikasi Piala Asia U-19. David memegang peran penting dalam kelolosan skuad Fakhri Husaini, ke putaran final yang digelar di Uzbekistan.

David Maulana - Indonesia U-16

“Harus ada sosok yang dapat jadi wakil saya di atas lapangan. Kemampuan pemimpin semata tidaklah cukup. Dia harus punya fisik kuat, bagus secara teknik dan mental, serta jadi contoh bagi pemain lain. Kapten adalah orang terakhir yang boleh emosi di atas lapangan, dan David melakukannya dengan baik,” jelas Fakhri membeberkan alasan memilih David menjadi kapten timnas Indonesia U-19.

Perjalanan karier David, untuk menimba ilmu di Eropa kembali terulang pada akhir 2019. Ia diajak ambil bagian untuk skuad Garuda Select jilid kedua, yang berlatih di Inggris dan Italia. 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Penampilannya yang semakin matang, membuat David dirasa cocok bermain di Benua Biru. Hal tersebut disampaikan Dennis Wise, setelah mengamati perkembangan para pemain Garuda Select.

“Pemain-pemain seperti Bagus [Kahfi], Brylian [Aldama], Rafli [Asrul], dan David [Maulana], sejauh ini punya standar bagus. Indonesia punya banyak bakat hebat,” kata Dennis.

Menarik untuk terus melihat perkembangan David. Kini, ia sudah kembali ke kampung halamannya, karena program Garuda Select, berakhir lebih cepat akibat pandemi virus corona.

Most Popular

To Top