livescore
Berita Bola

Musim Pertama Mahmoud Eid Di Indonesia: Pertama Menyenangkan, Tapi Sekarang Semakin Tidak Jelas


Mahmoud Eid menikmati karier di Indonesia, namun hal tersebut berubah setelah pandemi virus corona.

Liga 1 2020 semestinya menjadi musim pertama untuk Mahmoud Eid merasakan kompetisi sepakbola Indonesia. Pemain berdarah Palestina itu mengaku bahagia bersama klub pertamanya di Tanah Air, Persebaya Surabaya.

Pemain kelahiran Nyköping tersebut direkrut Persebaya dari klub Sweida Kalmar FF. Eid sangat menikmati atmosfer sepakbola Indonesia yang menurutnya luar biasa, serta sudah merasakan berbagai momen indah dengan Green Force.

Sayang, musim perdana Eid hancur karena pandemi virus corona melanda dunia, termasuk Indonesia. Segala antusiasme itu terus menyurut lantaran kompetisi Liga 1 2020 dipastikan gagal digelar pada tahun ini karena perizinan.

“Yang pasti tiga bulan pertama adalah momen yang paling tidak bisa saya lupakan. Saya punya banyak momen yang indah bersama tim, suporter dan semuanya. Semua orang yang mendukung saya, menyambut saya dengan baik bahkan menerima saya,” beber Eid dikutip laman resmi Persebaya.

Goal 50 Dirilis: 50 pemain terbaik di dunia

“Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya saya melihat antusiasme suporter Indonesia khususnya Surabaya sangat besar. Bahkan kita bisa mempersembahkan piala turnamen pramusim. Tapi semua berubah saat pandemi datang. Bagaimana ya rasanya, sangat tidak enak pastinya. Saya ingin liga dilanjutkan tapi malah sekarang kondisinya seperti makin tidak jelas,” sesal Eid.

Soal kualitas Liga 1, Eid tidak bisa menepis bahwa levelnya tidak sebaik Eropa. Eid pernah menjalani masa peminjaman ke Mjøndalen dan terakhir GAIS, sebelum akhirnya lepas permanen dari Kalmar dan ke Persebaya.

“Untuk kompetisinya jujur mungkin tidak berada dalam satu level seperti di Eropa, tapi liga di sini cukup bagus. Dan yang paling penting saya betah di sini,” ucap pemain 27 tahun yang jadi bagian timnas Palestina itu.

Sebelum Liga 1 2020 dimulai, Eid sudah merasakan trofi juara pada turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim. Gelar tersebut menjadi awal yang membuat Eid percaya diri dan bisa membuktikan bahwa Persebaya tim yang berkualitas.

“Pertama kali saya datang ke Surabaya, saya berjanji untuk memberikan piala bagi Persebaya. Dan dengan piala tersebut, kami membuktikan kami punya tim yang bagus dan kami mengawali musim dengan baik, karena kami mampu membangun kecocokan dengan cepat.”

“Kami sebenarnya sudah punya fondasi yang bagus, kalau saja kami mempertahankan tim dan kecocokan ini, bukan tidak mungkin piala lainnya akan datang untuk Persebaya.”

Mahmoud Eid - Palestina

Most Popular

To Top