livescore
Berita Bola

Menang Telak, Robert Rene Alberts Soroti Transisi


Sementara Sandro percaya diri performanya jauh lebih baik dibandingkan di laga uji coba.


LIPUTAN   MUHAMMAD SRAHLIN R     DARI   MAKASSAR   


Meski mencatat kemenangan telak 7-0 atas klub Liga 3, OTP 37, di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (8/9) sore WIB, pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts belum sepenuhnya puas dengan performa tim.

Ujung tombak Alessandro Ferreira Leonardo mencetak hat-trick di pertandingan ini. Sedangkan empat gol lainnya dilesakkan Ferdinand Sinaga, M Rahmat, Wiljan Pluim dan Marc Klok. Rene Alberts mengatakan, ia masih perlu membenahi kekurangan tim sebelum bertemu Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 2018.

“Passing dan kontrol bola sudah cukup baik, tapi kami kurang transisi menyerang ke bertahan, sehingga kesulitan mencetak gol. Kami diskusi pada paruh waktu, dan babak kedua masukkan Sandro dan Marc Klok, kekuatan kami berbeda. Itu hasil pengamatan saya pada laga ini,” tutur Rene Alberts.

Arsitek asal Belanda ini juga memberikan pujian kepada Sandro yang sukses mencetak tiga gol setelah dimasukkan di awal babak kedua. Namun ia mengkritik performa Heri Susanto yang dianggap tertinggal dibandingkan rekan-rekannya.

“Dia [Sandro] bermain bagus. Kemarin saya tidak pernah katakan dia tidak bagus, tapi saya hanya berharap lebih baik. Hari ini dia mencetak tiga gol untuk tim. Kalau Heri harus banyak belajar lagi. Di level tertinggi dibutuhkan mentalitas,” tambah Rene Alberts.

Sementara itu, Sandro menjanjikan performa lebih baik saat Liga 1 digulirkan. Menurut Sandro, kerja sama dengan penggawa PSM lainnya makin membaik, dan yakin bisa memberikan kontribusi kepada tim di ajang kompetitif. Ia juga memberikan pujian kepada Pluim.

“Saya senang bisa mencetak hat-trick, dan dapat menikmati permainan. Kami bermain sebagai tim. Perlahan-lahan saya mulai saling memahami dengan pemain lainnya,” ujar pemain berpaspor Hong Kong tersebut.

“Wiljan pemain pintar, dan dia menjadi rekan yang bagus di tim ini. Kami selalu berkoordinasi, termasuk dengan pemain lainnya. Kami akan berusaha menjaga ini, dan saya yakin lebih baik ke depannya.” (gk-69)

 

View this post on Instagram

Negosiasi Kontrak Luis Milla Mandek? Goal Indonesia memahami, rencana perpanjangan kontrak Luis Milla sebagai pelatih timnas Indonesia terancam buyar. Setelah kegagalan Indonesia di babak 16 besar Asian Games dari Uni Emirat Arab dua pekan lalu, PSSI memutuskan untuk memberi tawaran kontrak baru kepada Milla. Pelatih asal Spanyol itu diberi perpanjangan satu tahun dengan target menjuarai Piala AFF serta memenangi medali emas SEA Games 2019. PSSI tinggal menunggu respons dari perwakilan Milla untuk kesepakatan perpanjangan kontrak. Sempat dikabarkan pula, pelatih asal Spanyol itu akan datang ke Indonesia Jumat (7/9) ini untuk membicarakan negosiasi secara langsung. Namun, hingga menjelang Jumat tengah malam tidak ada tanda-tanda kedatangan Milla. Exco PSSI sendiri terbelah dua dalam menilai kinerja Milla selama 18 bulan menangani Merah-Putih. Milla hanya memenangi enam suara anggota Exco yang setuju jabatannya dipertahankan, sedangkan empat di antaranya menolak. Tiga anggota Exco lainnya memilih abstain. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi kabarnya juga memilih untuk mempertahankan Milla. Alasan penolakan perpanjangan kontrak adalah karena Milla dianggap tidak berhasil menepati target yang dicanangkan PSSI, kerap melakukan pemilihan pemain yang sulit dipahami, serta keengganan sang pelatih untuk belajar bahasa Indonesia atau setidaknya mencoba berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Salah satu faktor lain yang menjadi pertimbangan utama adalah besarnya nilai gaji Milla. Dibandingkan dengan nilai kontrak yang didapat Alfred Riedl selaku pelatih timnas sebelumnya, gaji Milla berkali-kali lipat jumlahnya. Sebuah media Vietnam melansir, pelatih 52 tahun itu mengantungi bayaran bulanan US$160 ribu. Dengan kurs saat ini, jumlah itu mencapai kisaran Rp2,3 milyar. Sementara, Riedl menerima gaji pada kisaran angka Rp150-200 juta per bulan. Tidak diketahui apakah ada peningkatan nilai kontrak baru Milla, tetapi PSSI mencoba menaikkan posisi tawar dengan mengajukan sejumlah syarat kepada sang pelatih. Di antaranya, keharusan belajar bahasa serta lebih aktif dalam sejumlah program pengembangan sepakbola dan komunikasi dengan klub.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

Most Popular

To Top