livescore
Berita Bola

Masukan Paul Ince Soal Pemberantasan Rasisme Dalam Sepakbola



Paul Ince memberi solusi terkait rasisme yang terus marak terjadi di kancah sepakbola.

Terkait rasisme, legenda Liga Primer Inggris Paul Ince menyatakan, otoritas sepakbola harus mulai melakukan penindakan secara masif kepada pelaku.

Romelu Lukaku menjadi sasaran terbaru tindak rasial dari para suporter Cagliari pekan lalu, sementara di kancah Liga Primer, nama-nama seperti Marcus Rashford, Paul Pogba, Kurt Zouma dan Tammy Abraham kerap mendapatkan perlakuan serupa belakangan ini.

Ince menilai, badan tertinggi sepakbola harus mulai melakukan tindakan besar-besaran dalam memberantas rasisme di sepakbola.

“Kita sudah melihatnya pada Marcus Rashford, kami melihatnya pada Paul Pogba dan sekarang ini Romelu Lukaku. Ini tidak benar. Siapa pun fansnya, bagaimana pun di media sosial, kita harus mendongakkan kepala bersama, hentikan semua ini,” tukas Ince kepada wartawan.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Ini saatnya memikirkan tentang hukuman olahraga ketimbang denda, kami harus terapkan pada pelaku, jadi orang-orang bisa menyadari konsekuensinya. Karena denda tidak menghasilkan apa pun. Tidak mengenai sasaran terhadap siapa pun, sungguh tidak. Anda bisa lihat sendiri,” urainya.

“Kita harus membuatnya transparan. Jika prilaku ini berlanjut atau terjadi lagi, klub Anda harus berada di luar Eropa. Ini sungguh sulit, karena terkadang para individu punya opininya sendiri, berbeda antara 20 dengan 100 fans. Sayangnya, selalu ada satu yang idiot, orang idiot yang akan melakukan itu [tindak rasia],” papar Ince.

Ince kemudian memberi solusi. Dia menambahkan: “Harus ada pencegah. Entah itu di Inggris atau di mana saja. Mengurangi poin, mengeluarkan dari kompetisi, dan semacamnya. Sebab mengosongkan stadion, itu benar-benar tidak berpengaruh. Anda hanya mengeluarkan sedikit dari saku untuk dua atau tiga laga. Tapi penguarangan poin, itu bisa berguna,” tandasnya.

Most Popular

To Top