livescore
Berita Bola

Liverpool Juara, Jurgen Klopp Tidak Tertarik Dibikinkan Patung Di Anfield



Klopp meminta dirinya jangan dibandingkan dengan figur-figur ikonik di Liverpool.

Jurgen Klopp menyatakan dirinya “tidak tertarik dibikinkan patung” di luar Anfield, meski pelatih asal Jerman itu berhasil membawa Liverpool meraih gelar Liga Primer Inggris yang pertama dalam 30 tahun.

Klopp ditunjuk sebagai manajer The Reds pada Oktober 2015 dengan harapan ia bisa mengembalikan kejayaan klub.

Klopp membutuhkan waktu di awal, namun ia akhirnya membawa Liverpool berjaya di Liga Champions pada musim lalu. Musim ini, gelar liga yang sudah sangat dinanti-nanti, meski ada pandemik virus corona, akhirnya berada dalam genggaman.

Klopp juga telah menghadirkan gelar Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub untuk Liverpool.

Dengan capaian prestasi yang fantastis itu, Klopp disebut-sebut sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.

Meski begitu, Klopp tetap rendah hati. Pelatih berusia 53 tahun itu menyatakan dirinya tidak memiliki keinginan untuk disandingkan dengan tokoh-tokoh legendaris yang telah mendahuluinya di Liverpool.

“Saya ingin hidup untuk 30 atau 40 tahun, jadi saya tidak tertarik dengan patung, pasti tidak dalam hidup saya. Saya tidak ingin melewati hal seperti itu,” ujar Klopp kepada wartawan.

“Saya adalah manajer tim dan kami memenangkan liga, jadi orang-orang melihat ini sebagai positif yang dapat saya bayangkan. Saya juga sangat positif tentang hal itu, tapi Anda tidak perlu membandingkan saya dengan figur-figur ikonik ini.”

Meski ingin menghindari sorotan, Klopp kini menempati braket pemenang gelar di Marseyside bersama Bob Paisley dan Bill Shankly.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Sejarah tidak lagi menjadi beban. Sejarah kini menjadi latar belakang kami yang luar biasa sebagai dasar dari apa yang kami lakukan,” ujar Klopp lagi.

“Ketika saya datang, kami harus mengatakan ‘jangan bandingkan kami lagi dengan siapa pun’, dengan orang-orang yang hebat dan fantastis yang bermain untuk klub ini dan memenangkan segalanya untuk klub di masa lalu. Kita tidak bisa–dunia berubah.”

“Kami berada di momen yang bagus. Kami semua masih muda untuk mengejar segala sesuatu. Ini bukan tujuan akhir. Ini adalah momen seperti final Liga Champions tahun lalu. Sejak saat itu, Anda harus berlanjut, dan itulah yang akan kami lakukan sekarang.”

Most Popular

To Top