livescore
Berita Bola

Lee Yoo-Joon Tak Khawatir Main Di Tengah Pandemi


Lee menilai PSSI sedikit terlambat memutuskan untuk kembali melaksanakan Liga 1 pada Oktober mendatang.

Gelandang Bhayangkara FC asal Korea Selatan, Lee Yoo-joon, merasa lega karena Liga 1 2020 akan kembali digelar pada Oktober mendatang. Keputusan itu sudah ditetapkan oleh PSS, akhir Juni lalu.

Awalnya Liga 1 direncanakan kembali bergulir pada September, namun mayoritas klub menilai Oktober lebih masuk akal. Akhirnya, kini tinggal menunggu bagaimana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merumuskan pelaksanaan kompetisi.

Beberapa penyesuaian bakal dilakukan pada kompetisi nanti, yang utama tentu prosedur kesehatan di tengah wabah virus corona. Sebagaimana diketahui, pandemi ini masih berlangsung dan belum diketahui sampai kapan terjadi di Indonesia.

“Tentu saya rindu ingin main sepakbola lagi. Rindu aktivitas, dan rutinitas tim, dan juga teman-teman di Bhayangkara FC. PSSI cukup terlambat dalam memutuskan segalanya, termasuk liga yang akan start lagi di Oktober. Tapi masih lebih baik bisa start lagi, dari pada liga harus stop,” beber Lee.

Mengenai risiko bermain di tengah berlangsungnya wabah Covid-19, Lee sendiri tidak merasa khawatir. Bagaimana pun, yang terpenting seluruh pihak yang terlibat bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik, dan disiplin mematuhi aturan.

“Saya tidak khawatir selama semua komponen yang terlibat patuh, dan mengikuti aturan yg ditetapkan. Seperti halnya di Korea [Selatan] dalam melaksanakan K-League,” ucap Lee.

“Indonesia perlu mencontoh dari negara lain yang sudah berhasil melaksanakan liga dan kompetisi sepakbola dalam masa pandemi,” imbuh sosok yang sedang menantikan proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia ini.

Lee Yoo Joon - Bhayangkara FC

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Sejak kompetisi dihentikan pada 16 Maret lalu, Lee memastikan dirinya tetap menjaga kondisi tubuh dengan porsi latihan mandiri. Beberapa pemain Bhayangkara juga masih rutin berlatih bersama, di Stadion PTIK, yang merupakan markas mereka.

“Saya latihan sendiri di rumah, dan setiap tiga hari dalam seminggu saya ajak teman-teman Bhayangkara FC yang ada di di wilayah DKI Jakarta ikut latihan di PTIK.  Setelah itu sisa waktu yang ada saya habiskan untuk main dengan anak,” tutup Lee.

Berusia 30 tahun, Lee sudah berkostum Bhayangkara FC sejak masih bernama Bhayangkara Surabaya United pada kompetisi nonresmi tahun 2016. Lee menjadi instrumen penting di lini sentral The Guardian, dan turut berandil besar membawa Bhayangkara juara Liga 1 2017.

Most Popular

To Top