livescore
Berita Bola

Kutukan Conte Hantui Italia Hadapi Jerman di Piala Eropa 2016


LiputanSkor.top, Jakarta – Italia akan berhadapan dengan Jerman pada babak perempat final Piala Eropa 2016. Kedua negara akan bertarung habis-habisan di Stade Matmut-Atlantique, Bordeaux, Minggu dinihari (3/7/2016).

Di atas kertas, Italia punya rekor menjanjikan bila bertemu Jerman. Setidaknya, dalam delapan pertemuan di pentas Piala Dunia dan Piala Eropa, tim Panser tidak pernah mengalahkan Italia.

Terakhir Italia menyingkirkan Jerman di babak semifinal Piala Eropa 2012. Pada pertandingan yang berlangsung di National Stadium, Warsaw tersebut, Gli Azzurri menang 2-1 lewat gol Mario Balotelli.

Meski demikian, Pelatih Italia, Antonio Conte, pantas khawatir. Sebab baginya, bertemu tim-tim Jerman ibarat kutukan. Baik saat menjadi pemain, maupun ketika tengah menangani sebuah tim.

Seperti dilansir gazzettaworld.com, saat masih memperkuat Juventus, Conte kerap pulang dengan kepala tertunduk saat tampil melawan Hamburg, Bayern Leverkuson, dan Borussia Dortmund. Conte hanya tersenyum lega saat bertemu Dortmund di leg pertama penyisihan Grup C Liga Champions 1995. Bertarung di markas Dortmund itu, Juventus menang 3-1 dan Conte mencetak satu gol.

Namun nasib sial kembali datang saat Conte bersua tim asal Jerman sebagai pelatih Juventus. Pada Liga Champions 2013 lalu, Juventus di bawah kendali Conte dua kali kalah 0-2 dari Bayern Munich. Akibat dua kekalahan ini, formasi 3-5-2 andalan Conte pun sempat dipertanyakan. Meski sukses bersama timnas, metode ini dianggap tak cukup kuat menghadapi kerasnya sepak bola Eropa.

Juventus juga tak mampu mengalahkan Bayern Muenchen saat kedua tim kembali bertemu di Liga Champions 2015. Dalam dua kali pertemuan, Juventus hanya mampu seri di leg 1 dan kalah di leg 2.

Lantas seperti apa nasib Conte di Euro 2016? Pendukung Gli Azzurri boleh bernafas lega. Sebab perjalanan Italia terbilang mulus sejak babak penyisihan. Metode Conte bersama Italia terbukti ampuh untuk meredam tim-tim sekelas Belgia, bahkan sang juara bertahan Spanyol sekalipun.

**Ingin mendapatkan informasi terbaru tentang Ramadan, bisa dibaca di sini.

Most Popular

To Top