livescore
Berita Bola

Kisah Marcus Rashford Masuk Akademi Manchester United Lewat 'Jalur Khusus'



Ibu Rashford adalah sosok yang paling berjasa menjadikan namanya setenar sekarang ini, setelah melewati masa-masa yang sulit di keluarganya.

Marcus Rashford sekarang mengungkapkan tentang bagaimana Manchester United mengizinkannya bergabung dengan akademi mereka meski tidak memenuhi persyaratan awal setelah ibunya memberi penjelasan tentang kesulitan yang dialami keluarganya.

Bintang muda Inggris, Rashford telah membantu badan amal FareShare mencapai tujuan memasok tiga juta makanan untuk anak-anak yang rentan di Inggris pada akhir Juni di tengah pandemi coronavirus.

Minggu (14/6) kemarin, Rashford menulis surat terbuka yang memohon kepada pemerintah Inggrisagar tidak mengentikan pemberian makanan gratis, yang didirikan untuk menjamin persediaan makanan untuk anak-anak selama liburan musim panas, atau sejak ditutup pada Maret lalu.

Dalam suratnya, Rashford berbicara tentang pengalaman masa kecil dirinya dan menjelaskan lebih lengkap dalam wawancara dengan BBC.

Ia mengungkapkan, ibunya, Melanie, menjelaskan kepada United tentang kondisi keluarganya dan klub akhirnya mengizinkannya bergabung dengan akademi pada usia 11 tahun, bukan 12 tahun yang sebenarnya merupakan persyaratan minimal.

“Ibu saya menjadi orang tua tunggal, ia memiliki lima anak yang semuanya tinggal di rumah yang sama. Program [akademi] yang saya mulai ketika saya berusia 11 tahun, di saat yang lain memulainya pada usia 12 tahun,” ungkapnya.

“Itu pada dasarnya memberi Anda akomodasi lebih dekat ke fasilitas latihan dan sekolah baru, dan ibu saya bekerja keras untuk mendukung saya terus maju karena ia tahu bahwa itu adalah langkah yang perlu saya jalani.”

“Saya harus makan makanan yang tepat saat saya tumbuh, saya harus dekat dengan rekan satu tim, sekolah baru dan teman-teman baru saya. Ia membuat keputusan ketika saya berusia 11 tahun dan United mengizinkannya.”

“Itulah alasan saya akhirnya masuk [akademi] pada usia yang lebih muda daripada yang lain, itu membantu ibu saya dengan kondisi keluarga waktu itu dan juga membuat saya keluar dari kesulitan. Jadi selalu ada pengorbanan besar untuk sampai ke level atas dan itulah yang harus kita lakukan.”

 

 

Rashford menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana keluarganya mengelola belanja keluarga dengan dana yang minim.

“Ibu saya, ia melakukan hal terbaik yang bisa dilakukannya, kami dulu pergi ke toko bernama Pound World dan segalanya yang dijual di situ berharga di bawah satu pound,” lanjut striker 22 tahun itu.

“Kami menjadwalkan belanja untuk sepekan, kami akan membeli tujuh yoghurt dan Anda bisa minum satu yoghurt sehari dan seterusnya. Ia melakukan yang terbaik yang bisa dilakukannya dalam situasi seperti itu.”

“Ada beberapa keluarga di luar sana, seperti keluarga saya, yang memiliki empat atau lima anak dan benar-benar mustahil bagi mereka untuk menghadapi situasi seperti ini.”

“Semua terjadi pada saat anak-anak harus berkonsentrasi pada pekerjaan sekolah dan hal-hal semacamnya. Sangat gila untuk berpikir hal seperti itu masih terjadi pada 2020 dan itu sesuatu yang saya tidak percaya bisa terjadi.

Dalam suratnya, Rashford mengatakan pemerintah Inggris harus memprioritaskan perlindungan terhadap mereka yang rentan di tengah wabah dan tidak ada sangkut pautnya dengan politik, namun murni langkah kemanusiaan.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Lanjutan suratnya: “Melihat diri kita di cermin dan merasa seperti kita melakukan segala yang bisa dilakukan untuk melindungi mereka yang tidak bisa, untuk alasan atau keadaan apa pun, melindungi diri mereka sendiri. Selain afiliasi politik, tidakkah kita semua setuju bahwa tidak boleh ada anak yang kelaparan sebelum tidur?”

Rashford menambahkan: “Surat ini ditulis dari hati dan tentang bagaimana kehidupan saya dahulu kala – surat ini untuk membuka dan membuat orang paham dampaknya pada keluarga dan untuk mengetahui saya telah melakukan hal yang benar.”

“Apa yang sedang dialami keluarga-keluarga di luar sana sekarang, saya pernah mengalaminya – dan sangat sulit untuk menemukan jalan keluar. Sangat penting bagi saya untuk membantu orang-orang yang berjuang. Entah hasilnya berubah atau tidak, itulah sebabnya saya menulis surat ini.”

Most Popular

To Top