livescore
Berita Bola

Jose Mourinho Raih 200 Kemenangan Di Liga Primer Inggris



Mourinho menorehkan pencapaian tersebut setelah membawa Tottenham Hotspur mengalahkan Everton.

Jose Mourinho mengukir rekor 200 kemenangan di Liga Primer Inggris setelah membawa Tottenham Hotspur arahannya menang tipis 1-0 saat melawan Everton, Selasa (7/7) dini hari WIB tadi.

Dalam lanjutan Liga Primer matchday ke-33 semalam, Spurs mendapatkan kemenangannya lewat gol bunuh diri bek Michael Keane untuk sekaligus membuat klub London utara itu naik ke peringkat delapan dengan koleksi 48 poin.

Sebelum pertandingan yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium tersebut, pasukan Mourinho dipermalukan Sheffield United lewat skor 3-1 pada akhir pekan kemarin dan kemenangan ini menghadirkan rekor baru untuk sosok berjuluk The Special One itu.

Mourinho sekarang menjadi manajer kelima yang mencapai 200 kemenangan di Liga Primer, dengan hanya Sir Alex Ferguson (322) yang mencapai jumlah tersebut untuk pertandingan yang lebih sedikit ketimbang sosok Portugal ini (326).

Lebih lanjut, Mourinho mengaku tahu bahwa ia memiliki rekor yang bisa dibanggakan, namun ia hanya mementingkan kesuksesan bersama klub yang saat ini ia tangani.

“Saya tahu namun sejujurnya saya menginginkan kemenangan bersama Tottenham,” kata Mourinho. “Saya tidak peduli dengan jumlah kemenangan saya bersama Chelsea dan United, kemenangan-kemeangan itu adalah sejarah, masa lalu.

“Apa yang saya inginkan adalah kemenangan bersama Tottenham, sehingga saya lebih memilih untuk mengetahui bahwa saya memenangkan satu pertandingan lebih banyak untuk Tottenham dan saya ingin menang lagi.”

Adapun kemenangan Spurs semalam diwarnai cekcok antara winger Son Heung-Min dan kiper Hugo Lloris saat jeda. Menyoal itu, Mourinho menambahkan: “Itu mungkin terjadi karena deretan pertemuan yang kami lakukan. Saya bersikap kritis terhadap para pemain karena bagi saya mereka belum kritis terhadap diri mereka sendiri. Saya meminta mereka untuk lebih ngotot. Saya meminta mereka untuk saling menyuntikkan semangat satu sama lain dan memberikan segalanya.

“Di akhir babak pertama, kita melihat Sonny, pemain yang disukai semua orang, tapi dalam situasi ini, sang kapten [Lloris] berpikir bahwa dia harus melakukan sesuatu lebih untuk tim, melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

“Kata-kata kasar keluar. Saya tidak tahu apakah ada dorongan atau tidak. Tapi insiden ini adalah sesuatu yang penting bagi tim ini untuk terus berkembang. Syarat untuk berkembang adalah Anda harus saling menuntut satu sama lain, Anda harus punya karakter kuat.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Saya sangat senang. Saat jeda babak pertama, saya bilang kepada mereka, jika kalian punya reaksi seperti itu, saya tidak ragu kalau kalian akan terus bersatu sampai akhir.

“Ini menjadi bukti bahwa mereka saling peduli. Ini menjadi bukti bahwa mereka benar-benar kecewa, frustrasi, dan mungkin saling menyalahkan dalam laga terakhir [kalah melawan Sheffield United].”

 

Most Popular

To Top