livescore
Berita Bola

Jafri Sastra Semringah Bisa Taklukkan Arema FC


Jafri mengatakan para pemain PSIS bermain sangat luar biasa.


LIPUTAN   AURELIUS BALAKOSA     DARI   MAGELANG    


Juru taktik PSIS Semarang, Jafri Sastra, mengaku lega berhasil mengamankan tiga poin pada pekan ke-29 dalam Liga 1 2018. Bertanding di Stadion Moch. Soebroto, PSIS menjamu lawan berat Arema FC yang sedang memiliki tren positif di beberapa laga terakhir.

Kemenangan 2-1 atas Singo Edan sangat disyukuri pelatih asal Padang tersebut. Sepanjang pertandingan, Jafri mengaku deg-degan karena PSIS mendapatkan tekanan hampir 90 menit. Permainan menyerang dan menekan yang ditampilkan pasukan Milan Petrovic membuat tuan rumah tak bisa mengembangkan permainan.

Duet lini tengah PSIS, Nerius Alom – Ibrahim Conteh tak berkutik menghadapi dentuman Makan Konate, Hendro Siswanto, dan Jayus Hariono. Lini tengah Singo Edan lebih bertenaga dan menguasai permainan sepanjang pertandingan.

“Hasil akhir yang kami inginkan dan syukuri. Pemain bermain sangat luar biasa, kami kalah pada ball possesion, semua tahu itu. Tapi kami lebih mementingkan tiga poin. Saya instruksikan anak-anak untuk lebih sabar dan menunggu momentum serangan balik. Dua gol kami dari serangan balik yang gagal diantisipasi pemain bertahan Arema,” kata Jafri, dalam jumpa pers.

Selain itu, strategi pergantian pemain Jafri pada babak kedua menjadi salah satu keberhasilan PSIS mengamankan tiga poin di kandang. Pergantian M. Yunus pada awal babak kedua dan Bayu Nugroho dengan memasukkan Aldaier Makatindu dan Komarudin menjadi pembeda lini serang PSIS.

“Dua pemain bertipikal menyerang, Aldaier dan Komarudin dimasukkan memang bagian dari strategi. Saya menginginkan lini serang lebih menekan pada babak kedua. Setelah kedudukan 1-1, saya instruksikan lebih berani menusuk ke jantung pertahanan,” ungkap Jafri.

Setelah unggul 2-1, Jafri memasukkan Petar Planic menggantikan Fauzan Fajri yang ditarik keluar karena cedera. Masuknya Planic semakin memperkuat lini pertahanan PSIS. Hadirnya Haudi Abdillah juga menjadi kekuatan lini belakang, selain apiknya penampilan kiper Jandia Eka Putra.

“Masih ada evaluasi. Gol balasan Arema karena pemain kami kurang konsentrasi menjaga lawan. Bola crossing Sunarto berhasil dimanfaatkan Dendi menjadi gol. Saya harap pemain lebih kerja keras lagi menatap pertandingan selanjutnya,” tutur mantan pelatih Semen Padang tersebut.

Tambahan tiga angka, membuat posisi PSIS meroket ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan 39 poin. Artinya, satu kemenangan lagi mengamankan posisi Mahesa Jenar untuk bertahan di Liga 1 musim depan.(gk-18)