livescore
Berita Bola

Islandia, Liliput di Tengah Para Raksasa Piala Eropa 2016


LiputanSkor.top, Islandia menjadi pendatang baru di perhelatan Piala Eropa 2016. Negara yang terletak di antara Samudera Atlantik Utara dan Laut Arktik itu membuat kejutan menyusul keberhasilan tampil di turnamen elite antarnegara benua biru tahun ini di Prancis.

Dengan luas 102 km2, Islandia menjadi satu-satunya negara terkecil di Piala Eropa 2016. Uni Eropa merilis data populasi Islandia terbilang minim hanya 332.529 jiwa per Januari 2016. Bisa jadi, Islandia cuma mendunia lewat musisi band Bjork. Kini Islandia menulis sejarah besar di pentas sepak bola Eropa. Islandia bergabung di grup F bersama Portugal, Austria, dan Hungaria.

 

 

Sedikit yang memprediksi, Islandia bisa melangkah mulus. Sentuhan duo pelatih Lars Lagerback dan Heimir Hallgrimsson mengantarkan Islandia berlaga di Prancis. Islandia menyingkirkan Belanda serta mengungguli Turki di babak kualifikasi. The Boys, julukan Islandia mengakhiri kualifikasi sebagai runner-up grup A memetik 6 kemenangan dan meraih 20 poin. Islandia lolos otomatis ke putaran final Piala Eropa. Piala Eropa 2016 menjadi turnamen pertama Islandia sejak bergabung sebagai anggota FIFA pada 1947. 

Islandia termasuk negara tertinggal dalam urusan sepak bola. Hingga 1960an tidak ada siaran sepak bola di Islandia. Siaran pertandingan baru disiarkan sepekan kemudian melalui kaset rekaman yang dikirimkan melalui udara.

Berada di poros bumi bagian utara, Islandia memiliki suhu yang ekstrim. Hanya segelintir masyarakat yang mau bermain sepak bola. Bahkan, masyarakat Islandia bermain sepak bola ketika musim panas tiba. Guna mengantisipasi cuaca ekstrim, sepak bola di Islandia dimainkan di dalam ruangan. Sangat sulit bila bermain di lapangan outdoor. Tumpukan salju bisa menutupi seluruh lapangan permainan.

Hangar pesawat menjadi salah satu tempat untuk bermain sepak bola.  Cara ini sangat efektif untuk kembali menggiatkan permainan 11 vs 11. Pelatih kondang asal Skotlandia, David Moyes yang mengawali karier di Islandia bersama klub  IBV Vestmannaeyjar kagum dengan kemauan keras Islandia, menjadi kesebelasan terpandang di Eropa. Mantan pelatih Manchester United itu sempat berpikir, sulit bagi sepak bola Islandia maju mengingat tantangan besar yang mesti dihadapi. Terutama suhu dan letaknya yang terpencil di belahan Eropa.

“Tapi sekarang, itu tidak mengherankan (bila mereka lolos ke Piala Eropa). Ketika Anda ke Reykjavik (Ibukota negara), Anda akan menemukan banyak sekali lapangan indoor. Hanya di Islandia, Anda bisa bermain sepak bola di lapangan pada musim panas.”

Menurut Moyes, perkembangan sepak bola Islandia cukup pesat. Skotlandia bahkan tertinggal dari Islandia. Terbukti dari keberhasilan mereka tampil di Piala Eropa 2016. “Saya berasal dari Skotlandia. Siapa yang bisa memprediksi? Mereka lolos sedangkan kami (Skotlandia) tidak. Untuk negara seukuran Islandia, ini sangat luar biasa.”

Setidaknya, terdapat dua nama pelatih, Lars Lagerback dan Heimir Hallgrimsson yang berhasil mendongkrak performa Islandia. Tangan dingin dua pelatih itu membuat Islandia menjadi tim yang diperhitungkan di dunia. Islandia menempati peringkat 47 dunia. 

Nama Langerback sempat muncul sebagai pelatih Timnas Swedia dan Nigeria. Sedangkan, Hallgrimsson memiliki pekerjaan sampingan sebagai dokter gigi disela-sela kesibukan melatih tim. Keberhasilan dua pelatih tersebut mengantarkan Islandia ke Piala Eropa 2016 sekaligus mematahkan rekor buruk, Islandia selalu gagal menembus turnamen berskala dunia selama 23 kali. 

“Saya terus memerah dia seperti sapi!. Ini suatu kehormatan bagi saya bisa bekerja sama dengan Lars. Saya menghabiskan waktu belajar dari dia,” ujar Heimir dalam program khusus di BBC. 

Heimir  memiliki cara ampuh agar sejalan dengan Langerback ketika menangani tim. “Kami menggunakan cara Swedia. Berbicara dan terus berbicara,” seloroh Heimir yang sempat menangani timnas wanita Islandia. 

Pada Piala Eropa 2016, kedua pelatih tersebut memanggil pemain yang merumput di luar Islandia. Tidak ada pemain dari klub lokal. Direktur Timnas Islandia,  Arnar Bill Gunnarsson mengaku tidak banyak memiliki pilihan menentukan pemain. “Sebagian besar pemain, sama-sama berasal dari usia 12 sampai 14 tahun, sehingga kami tidak bisa melihat perkembangan pemain lainnya.”

Salah satu pemain bintang Islandia adalah Gylfi Sigurdsson yang bermain untuk klub Liga Inggris, Swansea City. Menariknya, Islandia juga memanggil striker Eidur Gudjohnsen yang telah berusia 37 tahun.  Pada 22 April 1996, Gudjohnsen yang saat itu baru berusia 17 tahun masuk ke lapangan menggantikan ayahnya. Itu adalah pertama kalinya ayah dan anak bermain bersama di pertandingan internasional.

“Selalu sulit untuk menjelaskan generasi emas. Tapi apa yang mereka lakukan adalah bermain bersama untuk waktu yang lama. Mereka bermain di Euro U-17 dan U-21, mereka satu-satunya yang bisa melakukan itu,” jelas orang yang bertanggung jawab dari struktur pembinaan pemain Islandia.

Most Popular

To Top