livescore
Berita Bola

Hernan Crespo Ingin Ikuti Jejak Marcelo Bielsa & Latih Klub Inggris



Crespo saat ini tengah meniti karier di dunia manjerial dan berhasrat kembali ke Inggris pada suatu saat nanti.

Hernan Crespo mengaku ingin kembali ke Inggris sebagai manajer, mengikuti jejak Marcelo Bielsa dengan mencoba Liga Championship terlebih dahulu.

Tidak seperti mantan bosnya yang sangat berpengalaman, Bielsa, Crespo relatif baru di dunia manajerial. Klubnya saat ini, Argentina Defensa y Justicia, adalah tim keempat yang ia tangani, setelah sebelumnya melatih Banfield, Modena dan tim junior di Parma.

Mantan pemain Chelsea, AC Milan, dan penyerang Inter Milan ini mengaku menikmati pekerjaannya sebagai pelatih dan memimpikan kembali ke Inggris.

“Saya sangat senang bermain di Inggris, pergi berlatih, sangat senang dengan para suporternya,” kata Crespo kepada Daily Mail. “Itulah sebabnya saat ini sebagai manajer saya ingin dapat menghidupkan kembali momen itu. Saya mengagumi Liga Primer, bahkan Championship.

“Menjadi pelatih itu indah. Berada di samping Jose [Mourinho] di Chelsea dan Inter, saya mengetahui bahwa dunia manajerial itu berbeda 360 derajat.

“Bagaimana cara berurusan dengan jurnalis, dokter, pemain, staf di belakang, atmosfer, penggemar, dengan segalanya. Ketiga sosok itu [Mourinho, Bielsa dan Carlo Ancelotti] membuka pikiran saya untuk hal-hal tertentu.”

Meski Crespo pernah bermain di bawah arah manajer top, dia bersikeras bahwa gaya kepelatihannya akan menjadi miliknya – sama seperti gaya permainannya.

“Saya mengagumi Marco Van Basten, Romario tetapi saya tidak bisa menjadi Van Basten atau Romario, saya harus menjadi Hernan Crespo,” lanjutnya.

“Saya hanya akan mencoba untuk meletakkan nama saya di peta [dunia sepakbola] tanpa meniru siapa pun. Bagi saya ini tentang identitas. Saya suka para manajer yang memiliki identitas seperti Pep Guardiola atau Diego Simeone atau Jurgen Klopp.”

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Terlepas dari masa depannya di dunia manajerial, Crespo juga berbicara tentang masa lalunya saat masih aktif bermain, termasuk momen terendahnya. Eks penyerang ini pernah mencetak dua gol di paruh pertama final Liga Champions 2005 untuk memberi Milan keunggulan 3-0 saat istirahat, sebelum Liverpool melakukan comeback yang luar biasa di Istanbul.

“Saya tidak ingat apa yang Anda bicarakan,” candanya ketika ditanya soal laga tersebut.

“Rasa sakitnya sangat hebat, tapi itu sebabnya kami mencintai sepakbola, karena itu bukan matematika. Rasa sakit tercipta karena alasan. Itu terjadi karena harus terjadi. Itu bukan sesuatu yang bisa Anda kendalikan.”

Most Popular

To Top