livescore
Berita Bola

Hak Siar Liga Bikin Federasi Thailand Pusing


Setiap klub terancam bertanding tiga kali dalam satu pekan bila ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Federasi sepakbola Thailand (FAT) meminta jawaban klub dalam satu pekan ini mengenai kesediaan mereka melanjutkan kompetisi di negara tersebut setelah menghadapi masalah dengan pemilik hak siar, True Vision.

FAT sebelumnya menyatakan Liga Utama Thailand (TPL) akan dilanjutkan pada September hingga Mei dengan menerapkan protokol kesehatan setelah terhenti sejak Maret. Namun True Vision menyatakan, mereka tidak akan menayangkan pertandingan pada tahun ini, karena mengacu kepada ikatan kontrak yang berakhir 25 Oktober.

FAT pun melakukan negosiasi dengan True Vision, dan pemilik hak siar liga Thailand ini bersedia menjalin komunikasi. FAT lalu akan meminta jawaban dari klub mengenai kesediaan melanjutkan kompetisi dengan sejumlah konsekuensi yang bakal diterima, diantaranya pengurangan pemasukan dari hak siar.

“Kami melakukan rapat [kemarin] setelah mendapat respons dari True Vision tentang hak siar musim ini. Kami berusaha mendapatkan solusi ideal, baik bagi True Vision, klub, maupun atlet, sehingga perlu dipertimbangkan dengan matang,” ujar sekjen FAT Phatit Suphaphong dikutip akun Facebook resmi federasi.

“Pandemi virus Corona berpengaruh ke semua sektor, termasuk federasi. Permintaan awal adalah berapa klub yang masih mau berpartisipasi di liga, sehingga federasi dan operator kompetisi bisa tahu.”

Phatit menambahkan, jawaban dari klub akan menjadi pertimbangan bagi FAT dalam bernegosiasi dengan True Vision jika kompetisi melewati Oktober. Selanjujtnya, federasi akan menjadikan beberapa aspek dalam menyusun kalender kompetisi yang menyisakan 26 pertandingan bagi masing-masing klub.

“Misalnya jika klub bersedia menyelesaikan seluruh pertandingan hingga akhir tahun ini, mereka harus siap menerima konsekuensi bertanding dengan jarak dua atau tiga hari per laga. Subsidi untuk klub nantinya bergantung hasil negosiasi dengan True Vision yang disesuaikan dengan sponsor maupun administrasi klub,” jelas Phatit.

“Atau jika klub ingin berkompetisi sebelum September, mereka perlu mempertimbangkan tidak dapat menurunkan pemain asing, karena belum bisa bergabung dengan klub.”

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Situasi makin runyam bila kompetisi dipaksakan berakhir pada Desember. Sebab, tim nasional juga memiliki sejumlah agenda, seperti lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF 2020.

“Federasi juga perlu menyusun agenda untuk tim nasional, sehingga liga bisa berjalan dengan waktu yang tepat. Secara keseluruhan, federasi akan berusaha menjalankan kompetisi dengan baik di tengah situasi yang sulit.”

SIMAK JUGA: BERITA TERKAIT VIRUS CORONA!

Most Popular

To Top