livescore
Berita Bola

Djadjang Nurdjaman Minta Pemain Persebaya Surabaya Jaga Momentum


Djanur akan sedikit memodifikasi strategi ketika menjamu Bhayangkara FC awal pekan depan.

Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman meminta pemain agar menjaga konsistensi permainan saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (26/11), pada pekan ke-32 Liga 1 2018.

Djadjang mengatakan, torehan positif di beberapa laga terakhir diharapkan bisa dilanjutkan pada tiga pertandingan sisa. Selepas menghadapi Bhayangkara FC, Persebaya akan bertandang ke markas PSMS Medan, dan diakhiri dengan pertandingan kandang kontra PSIS Semarang.

Karena itu, Djadjang meminta pemain tetap mempertahankan performa seperti ketika menggasak Bali United 5-2 agar bisa membawa tim ke papan atas. Menurutnya, momentum itu tidak boleh hilang di laga awal pekan depan.

“Artinya kami ingin tambahan sembilan poin. Kami berusaha untuk memenangkan semua sisa pertandingan,” ujar Djanur, sapaan Djadjang, dilansir laman resmi klub.

“Jalan menuju yang kami inginkan harus dimanfaatkan betul, penampilan kami harus semakin konsisten. Kami sudah mendapatkan momentum, pemain harus tampil seperti pada pertandingan di Bali.”

“Kami akan menerapkan taktik berbeda. Bisa saja saya meminta pemain agar lebih menekan lawan. Tetapi saya rasa motivasi pemain akan berlipat dengan adanya dukungan 100 persen dari Bonek. Namun memang pemain harus tetap waspada.”

 

View this post on Instagram

PSSI Investigasi Pertandingan Yang Diduga Tidak Wajar . Liga 1 dan Liga 2 2018 sudah memasuki fase akhir kompetisi. Liga 1 telah menyelesaikan pekan ke-31, sementara Liga 2 dalam pekan terakhir babak delapan besar. . Di saat krusial seperti ini, ada beberapa pertandingan yang diduga mengarah ke pengaturan skor (match-fixing). Hanya saja, hal tersebut masih bersifat dugaan dan belum didukung dengan bukti-bukti yang kuat. . PSSI selaku organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia pun seakan menjadi sasaran yang diminta untuk segera mengusut beberapa pertandingan, yang diduga sudah dijangkiti match-fixing tersebut. Sekretaris jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menyadari adanya tuntutan dari masyarakat pencinta sepakbola Indonesia mengenai hal itu. . Dia pun menjelaskan, sebenarnya PSSI juga sangat proaktif untuk memerangi match-fixing. “Salah satunya adalah bekerja sama dengan Genius Sport untuk mendapatkan laporan khusus mengenai pertandingan yang diduga tidak wajar. Hal ini dilaporkan secara live dan ada beberapa pertandingan yang memang menjadi catatan, dan saat ini memasuki tahap investigasi lanjutan. Jalur formal lainnya adalah laporan yang masuk kepada Komite Disiplin PSSI,” ucap Tisha, kepada Goal Indonesia. . Di samping itu, wanita lulusan FIFA Master ini juga menuturkan pihaknya selalu melakukan evaluasi terkait kinerja wasit. Performa wasit di Liga 1 dan Liga 2 memang kerap menjadi sorotan. . Tisha memaparkan, penilaian terhadap performa wasit melewati tiga tahap. Tahap pertama adalah penilai wasit (referee assessor) PSSI pada saat bertugas. Kemudian tahap selanjutnya dievaluasi kembali oleh direktur teknik wasit PSSI, Toshiyuki Nagi, dan Komite Wasit setiap satu pekan sekali. Untuk tahap akhir adalah penilaian oleh referee assessor JFA (Asosiasi Sepakbola Jepang) di Jepang. . “Laporan tersebut akan dikompilasi per tiga bulan untuk menilai kualitas wasit tersebut (fisik & teknis). Seperti halnya kendala di kepelatihan, jumlah referee assessor PSSI pun masih terbatas, maka dari itu PSSI bekerja sama dengan JFA untuk menanggulangi ini,” jelasnya. . Lanjutan artikel dalam kolom komentar

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

Most Popular

To Top