livescore
Berita Bola

Dampak Pandemi COVID-19, Ed Woodward Isyaratkan Manchester United Bakal Hemat Belanja Pemain



Woodward memberikan gambaran mengenai rencana transfer United setelah terkena dampak krisis kesehatan COVID-19.

Ed Woodward selaku wakil pimpinan eksekutif mengisyaratkan Manchester United tidak akan melakukan belanja besar alias berhemat dalam bursa transfer musim panas mendatang terkait adanya dampak akibat pandemi virus corona.

Manajer Ole Gunnar Solskjaer masih berharap bisa mendatangkan beberapa pemain baru ketika bursa musim panas dibuka, akan tetapi pandemi COVID-19 yang berdampak pada stabilitas finansial dunia, termasuk klub-klub sepakbola, bisa memaksa United mereduksu angka pengeluaran mereka.

Wonderkid Borussia Dortmund, Jadon Sancho disebut menjadi target utama United dan Harry Kane yang sangat diminati untuk menjadi pengganti Romelu Lukaku, yang hengkang ke Inter Milan pada awal musim 2019/20. Namun, diskusi soal potensi transfer Kane yang mencapai £200 juta telah dihentikan.

“Tidak ada yang harus berada di bawah ilusi tentang skala tantangan yang dihadapi semua orang di sepakbola dan itu mungkin bukan ‘bisnis normal’ bagi klub mana pun, termasuk kami, di bursa transfer musim panas ini,” kata, Woodward.

“Seperti biasa, prioritas kami adalah keberhasilan tim, tetapi kami membutuhkan visibilitas dampak [pandemi virus corona] terhadap seluruh industri, termasuk pengaturan waktu dari jendela transfer, dan gambaran finansial yang lebih luas, sebelum kami dapat berbicara tentang kembali ke normalitas.”

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Atas dasar ini, saya merasa bahwa spekulasi seputar transfer pemain untuk ratusan juta pound pada musim panas ini seakan mengabaikan kenyataan dalam menghadapi dunia olahraga saat ini.”

Liga Primer Inggris saat ini tengah ditangguhkan tanpa batas waktu sejak Maret lalu karena wabah COVID-19 dan United telah berulang kali menunjukkan dukungan mereka terhadap komitmen menuntaskan kompetisi musim ini apabila situasi kesehatan kembali aman.

“Kami terus berdialog dengan badan-badan pemerintahan kami tentang kapan dan bagaimana itu bisa dilakukan. Dan sementara juga ada kemungkinan kompetisi bisa kembali digelar tanpa penonton, kita semua merasa sepakbola tidak akan sepenuhnya kembali normal sampai bisa ditonton oleh suporter secara normal.”

Most Popular

To Top