livescore
Berita Bola

Charis Yulianto Berharap Jadwal Baru Liga 1 Tak Rugikan Arema FC


Sementara Dedik berharap PT LIB memperhatikan masa pemulihan kebugaran pemain dalam menyusun jadwal.

Pemanggilan lima pemain Arema FC untuk menjalani pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia membuat jajaran pelatih cukup khawatir dengan jadwal pertandingan lanjutan Liga 1 2020.

Kekhawatiran itu disebabkan agenda pertandingan timnas senior dengan Liga 1 berpotensi berbenturan. Apalagi 26 pertandingan sisa tiap klub di Liga 1 direncanakan berakhir pada Februari.

Situasi itu membuat kemungkinan benturan jadwal antara timnas senior di kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Arema di Liga 1 tidak terhindarkan. Situasi makin sulit bila Piala AFF 2020 tetap digulirkan pada 23 November hingga 31 Desember.

Saat ini lima pemain Arema, yakni Bagas Adi Nugroho, Johan Ahmat Farizi, Hendro Siswanto, Muhammad Rafli, dan Kushedya Hari Yudo sedang mengikuti TC di timnas senior. Asisten pelatih Charis Yulianto mengatakan, operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) diharapkan cermat dalam menentukan jadwal pertandingan. 

“Harapan tim pelatih Arema, mudah-mudahan PT LIB bisa membuat jadwal yang pas. Ini agar jadwal klub [di liga 1] tidak berbenturan dengan jadwal timnas Indonesia,” ujar Charis diwartakan laman Wearemania.

“Kami berharap tidak ada pihak yang dirugikan dengan penyusunan jadwal lanjutan kompetisi nanti.”

Pernyataan tidak jauh berbeda disampaikan Dedik Setiawan. Ujung tombak Arema ini memperkirakan pemain bakal menjalani rangkaian pertandingan yang padat. Hal itu berpotensi mendatangkan cedera bagi pemain.

Dedik mengatakan, PT LIB harus memperhatikan masa pemulihan kebugaran pemain agar mereka tidak mudah mendapatkan cedera. Kendati demikian, Dedik berusaha akan menikmati permainan.

“Mungkin bakal padat seperti kompetisi tahun kemarin. Saya pikir ada potensi pemain kecapekan, dan rawan terjadi banyak cedera. Namun, tidak masalah, kami jalani saja, kita nikmati jadwal padat ini,” kata Dedik.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Dedik pun menyampaikan usul kepada PT LIB agar menerapkan masing-masing dua laga kandang dan tandang secara beruntun, sehingga dapat memangkas waktu perjalanan. Hal itu disebabkan seluruh pertandingan digelar di Pulau Jawa, sehingga tim bakal memanfaatkan perjalanan darat.

“Yang saya dengar juga, ada wacana pergantian pemain sampai lima pemain dalam satu pertandingan. Saya pikir itu juga cukup membantu, apalagi kalau mainnya empat hari sekali,” ucap Dedik.

SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1!

Most Popular

To Top