livescore
Berita Bola

Bos Klub Australia Deklarasi Calonkan Diri Sebagai Ketum PSSI


Rahim berjanji bakal melakukan perubahan di PSSI jika terpilih sebagai ketum.

Bursa calon ketua umum (ketum) PSSI kembali ramai. Kali ini giliran Rahim Soekasah yang saat ini menjabat sebagai chairman klub Australia, Brisbane Roar, yang secara terang-terangan berniat mencalonkan diri sebagai ketum PSSI.

Dalam pencalonan diri ini, Rahim mendapatkan dukungan dari para legenda tim nasional (timnas) Indonesia. Sebut saja, Yudo Hadianto, Johanis Auri, Hermansyah, Nasir Salassa, Simson Rumah Pasal, Patar Tambunan, hingga Benny Tomasoa.

“Saya mewakili kawan-kawan insan sepakbola, kami berkumpul karena punya pikiran kenapa PSSI tidak dipimpin oleh orang sepakbola. Berdasarkan rundingan kami, alhamdulillah kami memilih Pak Rahim untuk jadi ketum PSSI,” kata Benny, dalam jumpa pers yang digelar di kediaman Rahim di Jakarta, Kamis (2/5) malam.

“Kami sebagai mantan pemain ingin dapat kesempatan untuk mengusung orang yang benar-benar mengerti sepakbola,” tambahnya. 

Rahim sendiri mengaku merasa terpanggil untuk ikut membenahi sepakbola Indonesia. Dia pun menjanjikan perubahan jika nanti terpilih sebagai pemimpin organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut.

“Mungkin bisa dibilang yang senior di sepakbola Indonesia tinggal saya. Saya ini sudah 39 tahun mengurus sepakbola, pernah jadi ketua Badan Tim Nasional (BTN), mengurus PSSI Primavera, hingga SAD Uruguay. Jadi saya tahu persis kekurangan apa yang mesti dibenahi,” ucap Rahim.

“Kalau saya jadi ketum, saya akan membawa timnas berprestasi. Tentunya secara bertahap. Pertama, dalam dua tahun mendatang kita bisa juara di ASEAN (Piala AFF). Selanjutnya, empat sampai enam tahun kemudian kita masuk empat besar Asia dan itu berarti kita ke Piala Dunia,” jelasnya.

Dia menambahkan, harus ada juga perubahan dari segi sumber daya manusia di PSSI. Masih menurutnya, jika SDM-nya baik, yang diproduksi oleh PSSI pun akan baik.

“Saya pasti akan melakukan perubahan dan bisa drastis. Saya ingin membuat PSSI kembali menjadi kebanggaan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengakui saat ini sudah mendapatkan dukungan dari voter atau pemilik suara PSSI. Hanya saja, dia masih enggan mengungkapkan siapa saja yang telah mendukungnya tersebut.

“Saya enggak mau gembar-gembor, kami silent saja nanti KLB kita lihat. Kami juga meminta Komite Pemilihan harus jujur, jangan yang belum pernah mengurus sepakbola dibilang pernah mengurus. Jadi harus benar-benar fair,” tegasnya.