livescore
Berita Bola

Borneo FC Reposisi Kevin Gomes


Kevin mengaku tidak masalah dengan perubahan posisinya.

Posisi berbeda ditempati Kevin Gomes di Borneo FC pada lanjutan Liga 1 musim ini. Pelatih Pesut Etam Mario Gomez, mengubah pos yang biasa dimainkan pesepakbola berusia 22 tahun tersebut.

Selama ini Kevin dikenal berposisi di bek kiri. Namun, Gomez mengubah perannya menjadi gelandang bertahan, yang sudah diterapkan saat latihan serta pertandingan uji coba kontra Persiba Balikpapan.

Perubahan posisi tersebut tak mengecewakan. Kevin mampu menunjukkan aksinya bersama Wahyudi Hamisi dan Sultan Samma di lini tengah Borneo FC, ketika laga uji coba tersebut. 

“Masih saya pelajari terus. Pelatih Gomez juga selalu memberikan motivasi dan dia yakin saya bisa di situ. Saya akan lakukan yang terbaik di posisi tersebut,” kata Kevin dikutip laman resmi klub.

Kevin menjelaskan ada perbedaan yang mencolok dengan posisi barunya tersebut. Ia menyebut tak bisa hanya fokus ke satu sisi saja, karena pandangannya mesti luas dalam setiap kesempatan.

“Kalau bermain di pinggir, saya bisa lihat satu lapangan. Kalau main di tengah, harus putar balik badan dan itu masih harus saya pelajari lagi,” ujarnya.

Kendati demikian, Kevin menuturkan tak ada yang mudah ketika bermain sebagai bek kiri atau gelandang bertahan. Menurutnya, kedua posisi tersebut sama-sama vital.

“Makanya saya terus belajar menjadi gelandang bertahan. Menyaksikan pemain Eropa bermain di posisi tersebut menjadi salah satu referensi saya. Saya bisa melihat Fabinho di Liverpool atau Andres Iniesta waktu masih di Barcelona. Pokoknya saya pelajari bagaimana menjadi gelandang yang baik,” ucapnya.

“Saya siap membantu di posisi apa aja kalau dia [pelatih Gomez] memberi kepercayaan saya di Borneo FC untuk membantu tim. Jadi pasti 100 persen siap dimainkan di mana saja,” ia menambahkan.

Perubahan posisi Kevin, sebagai antisipasi karena jadwal padat menanti dalam lanjutan Liga 1 musim. Setiap pemain harus siap untuk dipasang di posisi mana saja.

“Pastinya Kevin akan menambah opsi di lini tengah saat kompetisi nanti,” tutur asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin.

Saat Liga 1 dilanjutkan pada 1 Oktober mendatang, Borneo FC tak bisa menggunakan Stadion Segiri, Samarinda. Penyebabnya karena PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI memutuskan seluruh pertandingan dilangsungkan di Pulau Jawa.

Klub yang bukan berasal dari Pulau Jawa ditempatkan di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sekitarnya. Borneo FC pun memilih Stadion Maguwoharjo, untuk menjamu lawan yang dihadapi.

Most Popular

To Top