livescore
Berita Bola

Bersikeras Pakai Pita Kuning, Pep Guardiola Beri Penjelasan


Dakwaan dari FA tidak menghalangi bos Manchester City ini untuk mengenakan pita kuning di final Piala Liga.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Pep Guardiola menegaskan dirinya akan terus mengenakan pita kuning di pinggir lapangan kendati FA sudah memberikan dakwaan terhadap manajer Manchester City itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Guardiola terlihat selalu melekatkan pita kuning di pakaiannya setiap kali City bertanding. Ini merupakan bentuk solidaritas kepada Jordi Sanchez dan Jordi Cuixart, dua politisi yang ditahan aparat keamanan Spanyol menyusul proses referendum kemerdekaan Catalunya pada Oktober lalu.

Aksi pita kuning ini mendapat respons keras dari FA karena tergolong sebagai pesan politik. FA mendakwa Guardiola dan sang manajer punya waktu hingga 5 Maret mendatang untuk mengajukan banding. Meski demikian, Guardiola tetap melanjutkan kebiasaannya ini saat City menghadapi Arsenal di final Piala Liga, Minggu (25/2).

Di partai puncak itu, City menang mudah 3-0 sekaligus menghadirkan gelar perdana bagi Guardiola sejak kepindahannya ke Inggris. Ketika ditanya soal masalah pita kuning selepas laga, Guardiola mengakui jika dirinya melanggar aturan FA, namun ia juga memberikan pembelaan.

“Saya adalah seorang manusia. Di luar sana ada empat orang yang berada di penjara. Selain itu, beberapa orang yang berada di luar Catalunya akan langsung dijebloskan ke penjara jika kembali [ke Spanyol],” katanya.

“Mereka dituduh memberontak. Padahal untuk melakukan hal itu dibutuhkan senjata, sedangkan mereka tidak memiliki senjata dan hanya memiliki suara dalam pemilu. Itulah mengapa saya akan selalu bersama mereka sampai akhir. Ini bukan tentang politisi yang terlibat, ini adalah tentang demokrasi.”

“Profesi saya adalah manajer sepakbola, tetapi saya tetap seorang manusia. Saya pikir orang-orang Inggris tahu apa artinya ini. Anda memiliki Brexit, referendum Skotlandia, dan membiarkan masyarakat untuk beropini. Tapi di Catalunya, hal semacam ini malah membuat sejumlah orang dipenjara,” jelasnya.

Sejak dulu, mantan pemain dan pelatih Barcelona ini memang terkenal vokal dalam mendukung kemerdekaan Catalunya.

 

Most Popular

To Top