livescore
Berita Bola

Bernd Schuster Imbau Real Madrid Tak Panik Di Bursa Transfer Musim Dingin


Eks pelatih Real Madrid itu berharap Los Blancos tidak lakukan pembelian panik di bursa transfer musim dingin esok.

Real Madrid kini tengah dilanda krisis hasil. Tim asuhan Julen Lopetegui secara mengejutkan gagal menang dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, yang tiga di antaranya berujung kekalahan.

Media dan publik pun menuding bahwa krisis ini adalah dampak dari kepergian mesin gol Madrid, Cristiano Ronaldo, pada bursa musim panas lalu. Tak heran bila kemudian tuntutan untuk segera memboyong bomber kelas dunia pengganti mulai didengungkan.

Meski begitu eks pelatih Madrid, Bernd Schuster, justru mengimbau mantan klubnya itu untuk tak lakukan pembelian panik. Terutama pada bursa transfer musim dingin, Januari esok.

“Jika saya ada di Madrid, saya takkan memboyong pemain pada bursa Januari esok. Semua karena jika sebuah klub mau melepas pemainnya pada periode tersebut, pemain itu tidaklah benar,” ujar Schuster, seperti dikutip Marca.

“Datang pada bursa transfer Januari tanpa ritme yang tepat, bakal sangat sulit. Mereka tidak akan dengan mudah membiarkan seorang penyerang hengkang, jika dia mengoleksi 20 gol untuk timnya.”

“Apa yang terjadi adalah Ronaldo tidak hanya menjamin target Anda, tapi para lawan secara tidak sadar mengubah cara mereka bermain. Terkadang pula, seorang pemimpin hilang. Madrid tidak memiliki satu pun di Moskow [kalah 1-0 dari CSKA Moskow di Liga Champions] dan itu sangat terlihat,” pungkasnya.

 

 

 

Wayne Rooney memang sudah kesulitan menampilkan performa terbaik di Liga Primer Inggris, tetapi pengalaman dan kematangannya masih sangat menonjol ketika melanjutkan karir di Amerika Serikat. Rooney meninggalkan Manchester United yang ia bela selama 13 tahun pada 2017 untuk pulang ke Everton di mana ia melalui masa remaja hingga menandatangani kontrak profesional pertama. Bersama The Toffees, Rooney menjalani debut EPL secara istimewa dengan mencetak gol tunggal kemenangan atas Stoke City. Selama satu musim 2017/18, ia menyumbang total 11 gol untuk klub dalam 40 pertandingan semua ajang. Bagaimanapun juga, meski Rooney mencatat rekor menjadi pemain kedua setelah Alan Shearer yang berhasil menembus 200 gol EPL, performanya dinilai masih belum memenuhi ekspektasi. Alhasil, baru menjalani satu dari dua tahun kontrak di Goodison Park, ia kembali hengkang, tetapi destinasi berikutnya cukup mengejutkan. Rooney menerima pinangan DC United dan meneken kontrak tiga setengah tahun bersama klub yang saat itu terjerembab di posisi ke-11 atau juru kunci klasemen sementara Eastern Conference Major League Soccer (MLS). Keputusan Rooney ternyata sangat tepat, di Negeri Paman Sam, ia kembali menemukan sentuhan terbaiknya di lapangan hijau dan mampu membawa DC United menembus papan atas. Ia menjalani debut di MLS pada 14 Juli sebagai pemain pengganti pada menit ke-59, namun ia mampu menandai laga perdananya dengan torehan satu assist pada laga yang berakhir 3-1 untuk kemenangan timnya atas Vancouver Whitecaps. Pelatih Ben Olsen hanya perlu waktu singkat untuk menyadari kualitas dan juga kepemimpinan hebat dari sosok Rooney, ia menyerahkan ban kapten kepada pemain Inggris itu setelah tiga pertandingan, dengan Steve Bimbaum juga sudah merelakan status itu. Dengan tanggung jawab baru, Rooney bukan terbebani tapi malah semakin on fire. Pemain berusia 32 tahun itu berhasil mencetak gol perdana pada laga debut memakai ban kapten. Tidak tanggung-tanggung, mantan rekannya di Manchester United, Tim Howard, menjadi korban pertamanya di Amerika Serikat. Pada laga itu, DC United menang 2-1 atas Colorado Rapids.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 
Footer Banner La Liga

Most Popular

To Top