livescore
Berita Bola

Bandung Raya & Petrokimia Putra, Dua Tim Legenda Yang Tinggal Kenangan


Reputasi yang pernah terbangun karena gagahnya mereka di masa lampau, tak jadi jaminan untuk tetap eksis di hingga sekarang.

Sebanyak 14 tim sudah merasakan gelar juara Liga Indonesia dan sepuluh dari ke-14 tim itu, kini masih eksis di kasta tertinggi. Empat tim lainnya sudah terlempar ke kasta yang lebih bawah dan bahkan sudah ada dua tim juara yang kini tinggal nama saja.

Juara Liga Indonesia 1995/96, Bandung Raya dan juara Liga Indonesia 2002, Petrokimia Putra Gresik, menjadi tim juara yang kini namanya sudah tidak eksis lagi. Kedua tim alumni Galatama itu harus menerima pil pahit untuk gulung tikar karena kesulitan finansial.

Bandung Raya
Julukan: Maung Totol
Pemilik: Yayasan Bandung Raya
Didirikan: 17 Juni 1987
Bubar: 1997
Prestasi: Juara Liga Indonesia 1995/96

Didirikan oleh Yayasan Bandung Raya pada 1987, Bandung Raya lahir di tengah gairah publik sepakbola Bandung sedang tinggi-tingginya pada Persib. Mengikuti kompetisi Galatama, Bandung Raya hanya dianggap sebagai tim pelengkap saja. Bahkan di musim debutnya, Maung Totol mesti menempati posisi buncit kompetisi profesional tersebut.

Setelah Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia pada 1994, Bandung Raya pun mulai berbenah terutama dari sisi manajemen klub karena maklum, Bandung Raya tidak seperti Persib Bandung yang didukung dana dari pemerintah.

Dengan dana segar dari investor baru yakni Mastrans, Bandung Raya mampu mendatangkan sejumlah nama-nama top dan pelatih berkualitas yakni Henk Wullems pada awal musim 1995/96.

Ada harga ada kualitas, dan perlahan tapi pasti, Bandung Raya pun mampu menarik perhatian publik sepakbola Bandung untuk datang menyaksikan Ajat Sudrajat dan kawan-kawan di Stadion Siliwangi karena penampilannya sedang menanjak pada musim 1995/96.

Masa keemasan tim dengan warna kebesaran biru itu pun dimulai. Pada musim tersebut, Bandung Raya bahkan mampu menjadi bayang-bayang Persib karena meraih gelar juara Liga Indonesia, gelar yang diraih Maung Bandung pada edisi perdana Liga Indonesia.

Di musim berikutnya, Bandung Raya masih tampil perkasa dengan sampai ke partai puncak Liga Indonesia, namun sayangnya kalah dari Persebaya Surabaya. Capaian itu pun jelas membuat Bandung Raya mengalahkan Persib dari segi prestasi era baru.

Masuk di musim 1997/98, gonjang-ganjing masalah keuangan menerpa Bandung Raya. Apalagi saat itu, situasi Indonesia sedang buruk karena menderita krisis moneter. Bandung Raya pun akhirnya pamit dari kompetisi elite Liga Indonesia.

Sempat muncul kembali pada 2011 dengan nama Pelita Bandung Raya di Liga Super Indonesia, namun klub itu bukanlah turunan dari Bandung Raya, juara Liga Indonesia kedua.

Embrio Pelita Bandung Raya berasal dari klub Pelita Jaya yang semasa era awal Liga Indonesia adalah rival. Namun demikian, awak yang berada di dalam kepengurusan Pelita Bandung Raya adalah orang-orang yang merupakan pengurus Bandung Raya di era Dejan Gluscevic, Tri Goestoro salah satunya.

Hal itu pun membuat pola pikir kebanyakan publik sepakbola Indonesia menganggap jika Pelita Bandung Raya adalah jelmaan baru dari Bandung Raya. Kini, Pelita Bandung Raya yang sempat membuat kisah manis pada Indonesia Super League 2014 dengan menembus semi-final, sudah menjelma menjadi Madura United.

Petrokimia Putra
Julukan: Kebo Giras
Pemilik: PT. Petrokimia Gresik
Didirikan: 20 Mei 1988
Bubar: 2005
Prestasi: Juara Liga Indonesia 2002

Embrio dari Petrokimia Putra sebetulnya sudah ada sejak 1970-an, di mana saat itu ada klub bernama Petrogres yang mengikuti kompetisi internal Persegres. Pada 1988, PT. Petrokimia Gresik sebagai pemilik Petrogres memutuskan mendirikan Petrokimia Putra Gresik untuk berkompetisi di Galatama dengan tujuan untuk menggairahkan masyarakat Gresik dalam sepakbola.

Selama terlibat di Galatama, Petrokimia Putra hanya menjadi tim semenjana akan tetapi memasuki era Liga Indonesia, Kebo Giras menjelma menjadi tim yang diperhitungkan untuk juara dengan memiliki materi pemain seperti Jacksen F Tiago, Carlos de Mello, dan Widodo C Putro.

Musim perdana Liga Indonesia, Petrokimia Putra menjadi juara tanpa mahkota setelah kalah di laga puncak dengan skor tipis 1-0 dari Persib. Konon di laga itu masih tersimpan banyak misteri tentang adanya pengaturan skor.

Tujuh musim berselang setelah gagal di partai final Liga Indonesia, Petrokimia Putra akhirnya mampu menjadi kampiun Liga Indonesia setelah menundukkan Persita Tangerang di partai puncak. Kebo Giras menjadi tim milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang mampu menjadi jawara di persepakbolaan Indonesia disusul Semen Padang pada Liga Primer Indonesia 2011/12.

Seperti kehabisan tenaga untuk juara, di musim berikut, Petrokimia Putra mengendur sehingga harus terlempar ke kasta kedua Liga Indonesia. Hanya semusim berlaga di Divisi Satu, Kebo Giras pun kembali naik kasta pada 2005.

Pada Divisi Utama 2005, Petrokimia Putra hanya numpang lewat saja karena di akhir musim tim kebanggaan masyarakat Gresik ini lagi-lagi harus terdegradasi. Tak hanya turun kasta, musim itu pun menjadi musim pamungkas bagi Kebo Giras menggunakan nama Petrokimia Putra karena pemilik nya, PT. Petrokimia Gresik mengaku sudah tak sanggup lagi mendanai Petrokimia Putra.

Setelah menyatakan akan membubarkan Petrokimia Putra, para suporter pun bereaksi untuk menyelamatkan eksistensi Gresik di kancah persepakbolaan nasional. Jalan merger akhirnya ditempuh sehingga pada 2005, Gresik United yang merupakan gabungan dari Petrokimia Putra dan tim perserikatan Persegres Gresik melanjutkan tongkat estafet Kebo Giras di Liga Indonesia Divisi Satu 2006.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Gresik United sampai hari ini masih eksis di persepakbolaan Indonesia dengan berlaga di Liga 3. Pada 2013 hingga 2017, penerus kejayaan Petrokimia Putra itu pun sempat eksis lagi di kasta tertinggi namun sayangnya pada 2018 mesti turun kasta diakibatkan masalah klasik yakni masalah finansial.

Uniknya pada 2015, Gresik United merupakan pemuncak klasemen sebelum liga dihentikan karena sanksi FIFA. Andai saja saat itu sang pemuncak klasemen diputuskan sebagai juara, maka Kebo Giras berhak menambah satu bintang lagi di atas logonya.

Tim Persegres Gresik United

Most Popular

To Top