livescore
Berita Bola

Arsene Wenger: Mungkin Saya Terlalu Lama Di Arsenal



Wenger menjabat sebagai manajer The Gunners selama 22 tahun, sukses memenangkan tiga trofi Liga Primer.

Arsene Wenger mengakui bahwa dirinya mungkin terlalu lama bertahan di Arsenal, meski pun menegaskan bahwa telah menunjukkan komitmen penuh semasa bertugas.

Wenger meninggalkan posnya sebagai manajer The Gunners pada akhir musim 2017/18, setelah 22 tahun memimpin dan mempersembahkan tiga trofi Liga Primer Inggris.

Juru taktik asal Prancis itu mencatatkan rekor fantastis soal lolos ke Liga Champions, selalu finis di empat besar setiap akhir musim sampai akhirnya melorot ke posisi kelima pada musim 2016/17.

Di tengah desakan untuk meninggalkan klub, Wenger tetap menangani Arsenal untuk musim berikutnya namun gagal membawa kembali klubnya lolos ke Liga Champions.

Pada April 2018, Wenger mengonfirmasi pengunduran dirinya pada akhir musim, kampanya ketika Arsenal menutup kompetisi dengan finis keenam.

Melihat kembali periodenya bertugas dalam sebuah wawancara dengan The Times, ia mengakui bahwa seharusnya meninggalkan Arsenal lebih cepat dari keputusannya.

“Mungkin saya terlalu lama bertahan,” ungkap Wenger. “Saya tidak tahu. Tapi komitmen saya sama sejak hari pertama. Saya pikir saya memimpin klub melalui periode tersulit dengan cara yang sangat sukses.”

“Pada tahap tertentu, orang-orang mengatakan Anda terlalu tua, tapi mereka tidak benar-benar melihat apa yang Anda lakukan. Saya melayani klub semaksimal mungkin yang saya bisa.”

“Klub berpikir lebih baik saya berhenti. Saya selalu menjalankan ide apa pun yang bisa terjadi. Para suporter tidak lagi senang. Beberapa dari mereka. Anda bisa memahami bahwa, pada tahap tertentu, setelah 22 tahun, orang-orang menginginkan perubahan.”

Wenger juga mengatakan bahwa ia berencana untuk kembali ke Emirates Stadium suatu hari nanti, meski pun mengakui telah menolak undangan dari klub tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya akan pergi [ke sana] suatu hari nanti,” kata Wenger. Ketika ditanya apakah ia pernah diundang kembali, ia menjawab: “Ya. Tapi saya pikir lebih baik memutuskan [hubungan] sepenuhnya.”

“Pada awalnya sulit, tentu saja, setelah memimpin klub selama yang saya lakukan. Tapi saya pikir lebih baik mengikuti perkembangan klub dari kejauhan.”

Setelah kepergian Wenger, Unai Emery mengambil alih tugasnya namun tidak mampu membalikkan keadaan, finis kelima pada musim 2018/19 sebelum akhirnya dipecat pada pertengahan musim lalu.

Namun, Wenger optimistis dengan penerus Emery, Mikel Arteta, pemain yang pernah dilatihnya semasa di London utara.

“Arteta telah menguasai tim ini. Mereka finis dengan baik [musim lalu], meski pun kampanye mereka di Liga Primer buruk. Lima puluh enam poin!” tukasnya.

Most Popular

To Top