livescore
Berita Bola

Agus Yuwono Sebut Mental Pemain Perseru Serui Tertekan

footer-goal-indonesia-instagram_13lrk47u5mc6a1cre0y6jv2fj5.jpegt-2079002661


Agus menegaskan Perseru tidak pernah meminta bantuan wasit setiap menjamu lawan-lawannya.


LIPUTAN   RIZKAART CENDRADIPUTRA     DARI   BOGOR   

Pelatih Perseru Serui Agus Yuwono mengungkapkan, anak asuhnya bermain di bawah tekanan ketika dikalahkan PS TNI 2-1 di Stadion Pakansari Bogor, Sabtu (7/10) malam WIB, pada laga pekan ke-28 Liga 1 2017.

Agus menyuarakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Rhendra Purba yang memberikan dua hadiah penalti kepada tuan rumah. Menurutnya, keputusan wasit berdampak besar terhadap performa pemain.

“Kami dihampakan, yang ditakutkan bukan tim lawan. Namanya pengadil, tapi tidak adil. Yang jelas kami banyak sekali dirugikan, ditekan dari sisi mental. Saya tidak mengerti, ini tidak tahu atau tidak mengerti aturan, masalahnya di situ,” cetus Agus.

“Lawan melakukan pelanggaran bahaya dibiarkan saja. Saya tidak mengerti harus bilang apa, bagaimana kami meningkatkan kualitas, pelatih dituntut lisensi A AFC, tapi diberlakukan seperti ini. Terus terang saya tidak mau bicara soal pengadil. Saya bukan mengada-ada, saya bicara apa yang saya lihat.”

Agus menambahkan, Kuda Laut Jingga selalu menjunjung tinggi sportivitas, dan tidak pernah dibantu wasit. Bahkan, pemain asing ikut mengomentari kepemimpinan wasit yang membuatnya bingung untuk menjawab.

“Kami selalu junjung fair play main di Serui, selalu berjuang. Saya tidak mengerti harus mendapat perlakuan yang sangat memalukan. Kalau menurut saya, sangat mengecewakan,” ujar Agus.

“Kami main dengan papan atas bisa menang dengan permainan, bukan dibantu seperti ini. Sangat mengecewakan kepemimpinan wasit. Pemain asing sampai bertanya bagaimana Indonesia bisa profesional, saya mau jawab apa?”

“Saya bangga sekali sama anak Serui ini. Mereka sangat bekerja keras tanpa bantuan, sekali saja kami tidak pernah dibantu. Bukan mengadu, tapi ini gambaran jiwa seorang pejuang.”

Sementara itu kapten kesebelasan Arthur Bonai mengaku telah melalui malam yang berat, karena melawan rekan satu kedinasan. Ia juga kecewa dengan hasil yang didapat Serui.

“Ini berat, karena menghadapi rekan-rekan saya sendiri dari dinas. Tapi bagi saya sepakbola adalah profesional, dimana tim yang saya bela saya membela mati-matian, cuma sedikit mengecewakan,” ucap pemain berpangkat sersan satu ini.

“Saya bersyukur teman-teman sudah kerja keras, namun hasilnya tidak memuaskan. Kami kalah, dan sama dengan pelatih laga ini tidak memuaskan.” (gk-61)

 

Most Popular

To Top