livescore
Berita Bola

10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Jadi Atlet BMX


LiputanSkor.top, Jakarta – Olahraga sepeda khususnya BMX, sering dipandang sebelah mata. Pasalnya, olaharaga tersebut dinilai tak perlu fisik yang prima seperti petinju, pesepakbola atau pemain basket.

Namun, ini salah besar. Atlet BMX justru diharuskan memiliki fisik yang kuat. Sebab, ketika balapan dimulai, maka mereka harus mengeluarkan tenaga besar dalam melakukan start.

Dilansir telegraph, mantan juara dunia balapan BMX, Liam Phillips, berbagi tips bagi Anda yang berminat jadi atlet BMX. Apa saja tips tersebut? Kita simak ulasannya:

1. BMX Bukan untuk Anak-anak

“Saya sangat bangga jadi atlet BMX, akan tetapi persepsi umum terkadang adalah kami semua hanya anak-anak atau orang dewasa yang mengendarai sepeda anak kecil. Jika Anda melihat dari sisi fisik, kami mengeluarkan tenaga lebih dari atlet sepeda lain di planet ini.”

“Dalam hal kekuatan, bisa dibilang kami adalah atlet sepeda paling tangguh. Itulah mengapa begitu banyak atlet BMX yang sukses ketika pindah ke kelas sepeda lain.”

2 Kecepatan Mencapai 65 km/jam

“Saat melakukan start, kecepatan kami langsung 65 km/jam. Kami bergerak dari atas ke bawah hanya dalam waktu 2,5 detik, jadi akselerasinya sangat intens. Setelah beberapa saat, kecepatan jadi otomatis. Pada awalnya saya tidak berpikir apa-apa. Saya telah melakukan ratusan kali start, jadi saya selalu siap melakukannya.”

3. Lompatan Tinggi Terlihat Bagus, Tapi Tidak Bagi Kami

“Ketika beraksi, kami mencoba untuk tetap rendah dan secepat mungkin, yang artinya kami tidak ingin terlalu tinggi di udara ketika melompat. Panjang lompatan lebih relevan daripada ketinggian. Lompatan pertama di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade sekitar 12 meter panjangnya dari ujung ke ujung.”

“Saran terbaik saya untuk pendaratan adalah untuk memastikan diri Anda mendarat di sisi karet. Itu selalu positif. Hal ini membantu untuk menguasai level pedal sepeda ketika mendarat dan berada dalam posisi seimbang.”

4. Patah Tulang Lebih Baik daripada Masalah Lutut

“Sebagai atlet BMX Anda terbiasa dengan beberapa benturan. Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika jatuh di Kejuaraan Dunia, 10 minggu sebelum Olimpiade London 2012. Saya menderita patah tulang selangkangan, tulang belikat dan beberapa tulang rusuk. Kedengarannya aneh, tapi saya bersyukur hanya merusak tulang-tulang dan ini bisa saya atasi sebelum London  2012.”

“Saya memakai pelindung lutut dan siku. Saya juga memakai helm dan penyangga leher. Itu semua adalah peralatan opsional, tapi saya memilih untuk memakainya karena itu adalah sesuatu yang sangat penting.”

5 Menghabiskan Separuh Waktu di Gym

“Dalam seminggu, saya menghabiskan 50 persen waktu saya di sepeda dan 50 persen lagi di gym. Kami melakukan pekerjaan besar di gym untuk membangun kekuatan dan daya ledak yang dibutuhkan pada awal lomba. Saya banyak melakukan angkat beban, push up dan masih banyak lagi.”

6. Atlet BMX juga Melakukan Pilates

“Pacar saya Jess Varnish memberikan beberapa tips pilates. Dia menderita cedera punggung beberapa tahun lalu dan mulai melakukan pilates sebagai bagian dari rehabilitasi dan saya jadi ikut-ikutan. Jess juga mengajarkan saya tentang makanan sehat.”

7 Semua Orang Ingin Berada dalam Jalur

“Pemilihan jalur untuk balapan BMX diputuskan berdasarkan waktu lap Anda di balapan sebelumnya. Jadi jika Anda adalah pembalap tercepat dari babak sebelumnya, Anda akan mendapatkan pilihan jalur pertama. Secara tradisional jalur 1-3 lebih menguntungkan karena itu berarti Anda berada di dalam ketika tikungan pertama.”

“Jika Anda bisa memimpin di awal balapan, maka peluang Anda untuk sukses sangat tinggi.”

8 Anda Pasti Menyukai Balapan Sepeda

“Hal hebat tentang BMX adalah sangat mudah untuk balapan satu lawan satu. Anda bisa melakukan sprint pendek di trek dan perasaan kompetitif sangat menyenangkan. Saya punya trek BMX di dekat rumah saya, di Somerset ketika tumbuh dewasa. Ketika saya pertama kali melintasinya, saya langsung menyukainya.”

“Salah satu hal yang saya nikmati tentang BMX sekarang adalah kenyataan bahwa kami semua berlatih bersama-sama sebagai sebuah tim. Jadi, ini sangat sosial dan kompetitif. Kami berkembang dan satu sama lain mencoba untuk melewati batasan-batasan. Bahkan sekarang saya di Olimpiade atmosfernya sangat mirip ketika tumbuh dewasa.”

9 Anda dapat Memilih Gigi yang Anda Inginkan

“Sepeda BMX hanya memiliki satu gigi, tetapi bukan gigi umum, sehingga semua orang bebas memilih gigi apa yang mereka inginkan. Beberapa pengendara memilih gigi yang berat, sementara orang lain memilih yang ringan. Sepeda belum banyak berubah dalam 10 tahun terakhir, hanya lebih ringan dan lebih kuat.”

“Saya pikir sepeda pertama saya diberikan oleh salah satu sepupu saya, tapi sepeda kompetitif pertama saya adalah GT dan saya, 20 tahun kemudian, mengendarainya lagi jelang Olimpiade Rio de Janeiro.”

10 Atlet BMX Bukan Daredevil

“Saya menolak untuk melakukan tes BMX di Rio tahun lalu karena tentu saja itu tidak aman, tapi saya sudah kembali bersama semua pengendara lain dan rasanya sangat berbeda dengan Oktober lalu.”

“Masih ada beberapa hal yang harus diubah, tapi saya yakin itu akan baik-baik saja. Kami hanya ingin platform yang baik untuk balapan, sehingga kami dapat mengenalkan olahraga kami kepada dunia.”

Most Popular

To Top